Advertisement
Advertisement
Episode 39 Part 2

All images credit and content copyright: MBC


Di ruang operasi, Eun Jae membedah kakinya sendiri, dia terlihat sangat kesakitan, namun dia tetap nenahan rasa sakit itu. Eun Jae mengambil darah kotor dari kakinya.

Eun Jae sangat kuat meski dia menedrita kanker ganas dan tidak mau menyusahkan orang-orang terdekatnya.

Eun Jae mendatangi teman-nya yang masih sibu bekerja, temannya heran dan bertanya “apa yang membuatmu kemari?”. Eun Jae mengatakan bahwa ada pasien yang menunjukan tanda-tanda osteosarcoma dan dia memberikan sampel darahnya tapi nama di suart rujukan itu disamarkan denagn nama “X” (Eun Jae tidak memberitahu temannya bahwa dialah pasien yang mengalami tanda-tanda osteosarcoma). Temannya kaget melihat data pasien “pasien X? Nama apa itu?”
Eun Jae pun mengatakan bahwa itu adalah kandidat untuk uji klinis dan pasien meminta anonimitas (anonimitas: biasanya mengacu kepada seseorang yang informasi identitas pribadinya tidak diketahui).
Teman Eun Jae akan memeriksanya dan Eun Jae bertanya “akan memakan berapa hari untuk mengetahui hasilnya?”
“satu hari. Tapi bisa lebih cepat jika kau sedang terburu-buru”
Eun Jae ingi hasilnya besok pagi, dia akan berusaha menyelesaikan pemeriksaannya samapai besok pagi. Setelah itu Eun Jae pamit pergi untuk membelikan kopi untuknya. Cara berjalan Eun Jae sudah semakin berat dan terlihat begitu kesakitan.

Eun Jae berjalan di lorong rumah sakit dengan menarik kakinya karena susah untuk berjalan seperyi biasanya. Cara berjalan Eun Jae sangat lamban dan tidak seperti biasanya. Ponsel Eun Jae terus berdering, namun dia membiarkannay dan tidak mengangkat panggilan itu sekalipun (pasti Hyun karena kahwatir). Sekarang saat Eun Jae berjalan dia butuh pegangan untuk menahan kakinya karena takut jatuh.
Eun Jae merenung di ruangannya, dia melihat kalau Hyun terus memanggilnya tapi dia tetap tidak menjawab panggilan Hyun. Dia tertidur sdengan posisi menundukkan kepala di lututnya.

DI pagi hari Eun Jae keluar dari RS. Dia berjalan sendirian dan mengingat perkataan temannya “hasilnya sudah keluar. Ini adalah osteosarcoma seperti yang kau duga. Ini adalah salah satu jenis kanker yang paling ganas. Jika sudah menyebar ke paru-paru, tingkat kelangsungan hidup pasien menurun setengahnya. Aku memberi hasil lebih awal dari yang kau minta, kau bersyukur? Sebaikanya kau membelikanku kopi” Eun Jae tersenyum setelah mengingat perkataan temannya.

Hyun sedang menunggu Eun Jae di depan asrama, dia terlihat sangat khawatir, dia mondar mandir kesana kemari. Saat Hyun berbalik, akhirnya Eun Jae pulang juga dengan muka pucat. Hyun langsung bertanya “kemana saja kau? Kenapa tidak pulang?”. Eun Jae berbohong dan bilang “aku di UGD”
Hyun : apa kau mendapat panggilan?
Eun Jae hanya mengangguk dan kembali berjalan. Hyun menahannya dan bertanya “kenapa kau tidak menajwabnya?”. Eun Jae meminta Hyun untuk membiarkannya pergi karena dia sangat lelah.
Hyun terus menahan Eun Jae. Eun Jae marah dan berteriak kepada Hyun ”aku lelah” dan dia pun langsung pergi ke asrama. Hyun bingung dengan apa yang terjadi pada Eun Jae.

Jae Geol, Hyun dan Joon Young sedang dalam perjalanan menuju RS Kapal. Akhirnya mereka tiba di dermaga. Joon young berlari mengejar Hyun dan bertanya “apakah kau pernah bicara dengan dokter Song? Apa yang dia katakan? Apa dia akan pergi ke inggris?”. Hyun tak menjawabnya dan pergi begitu saja.
Joon Young memanggil-manggil Hyun, tapi Jae GEol menghentikannya dan meminta Joon Young untuk tidak ikut campur urusan Hyun dan Eun Jae.

Di RS Kapal, Hyun sedang memeriksa pasiennya. Hyun meminta pasien untuk minum obatnya dan menjaga kesehatannya dengan baik, setelah pasien keluar, Hyun menulis di catatan rekam medis pasien.

Eun Jae juga sedang memeriksa pasiennya, dia meminta pasien untuk menjaga kesehatannya dengan baik, dia juga mengatakan bahwa minggu depan akan mengontrol kesehatannya kembali, kemudian Eun Jae mengantarkan pasien sampai ke depan pintu.
Eun Jae terlihat sangat lelah, Hyun terus memperhatikan Eun Jae dari ruangannya tanpa sepengetahuan Eun Jae.

Eun Jae sedang merenung di depan danau. Tiba-tiba Hyun datang dan melihat Eun Jae sedang menyendiri. Hyun memperhatikan Eun Jae dari kejauhan.

Eun Jae menerima pesan gambar dari Hyun, dan ternyata gambar tersebut foto dirinya yang sedang merenung, Hyun mengatakan “apa kau sedang mencari harta karun atau sesuatu disana?” Eun Jae kaget dan langsung melhat kebelakang dan kesampingnya tapi Hyun tidak ada disana. Eun Jae pun menyimpan ponselnya dan kembali merenung.

Hyun datang dan langsung memeluk Eun Jae, Eun Jae terkejut dengan kedatang Hyun yang tiba-tiba. Hyun bertanya “apa aku terkejut?” Eun Jae tak menjawabnya dan hanya diam saja.
Hyun mencium rambut Eun Jae sambil menutup mata dan berkata “baumu menenangkan” Hyun terlihat sangat nyaman berada di dekat Eun Jae yang sepeti itu.
Kemudian Eun Jae berbalik dan bertanya “apa kau akan pergi ke suatu tempat besok?” Hyun bertanya “dimana?”
Eun Jae : tempat yang bagus.
Hyun : tempat yang bagus?
Eun Jae mengangguk Ya, dan Hyun pun setuju untuk pergi ke tempat tersebut bersama Eun Jae. Dan kemudian mereka berpelukan, Eun Jae terlihat sangat nyaman berada di dekat Hyun apalagi berada di pelukannya seperti ini.

Besok harinya, Eun Jae dan Hyun pergi ke suatu tempat yang Eun Jae inginkan, mereka melihat banyak orang yang asyik berpoto dan terlihat sangat menikamti liburan mereka. Eun Jae dan Hyun saling menatap dengan penuh senyuman dan melanjutkan perjalanan mereka.

Eun Jae dan Hyun bergandengan tangan dan berjalan menaiki tangga bersama-sama, mereka berhenti sejenak dan menatap satu sama lain dengan penuh kasih sayang. Mereka menyusuri setiap tangga dengan pemandangan bunga waran warni di pinggirnya yang sangat indah.

Mereka menikmati perjalanannya dan Eun Jae meminta untuk berfoto bersama, Hyun kaget karena itu bukan kebiasaan Eun Jae. Eun Jae berakata “aku sudah bilang seseorang bisa berubah” Hyun pun setuju dan mengeluarkan ponselnya. Tapi Eun Jae meminta Hyun untuk mengambil foto dengan ponselnya.
Mereka mengambil view dengan pemdangan laut yang sangat indah. Sebelum mengambil foto, Hyun tak lupa memegang tangan Eun Jae dan akhirnya mereka pun mengambil foto bersama dengan penuh kebahagiaan. Eun Jae sangat rapi menutupi penyakitnya dan dia tidak menujukkan tanda-tanda itu kepada Hyun.

Mereka duduk di sebuah kafe dengan meminum secangkir kopi. Eun Jae terlihat sedang menikmati suasana dan liburannya, Hyun terus memperhatikan Eun Jae. Kemudian Hyun bertanya “kau menyembunyikan sesuatu, kan?” Eun Jae langsung menatapnya.
Hyun meminta Eun Jae untuk mengatakan masalahnya atau sesuatu yang sedang dialami Eun Jae. Eun Jae hanya diam saja, dan Hyun pun berkata “jika kau tidak mau mengatakannya, haruskah aku yang bilang?” Eun Jae menatapnya dengan kaget. (apakah Hyun tahu tentang penyakit Eun Jae)
Hyun : kau ingin pergi kan? Ke U.K? (ternyata perkiraan saya meelsat hehe. Eun Jae masih belum menjawab pertanyaan Hyun) kau ingin mendapatkan pelatihan di pusat trauma di london, bukan begitu?
Eun Jae : bagaimana kau tahu?
Hyun : itukah yang kau pikirkan selama beberapa hari terakhir ini? (Hyun memegang wajah Eun Jae) kau terlihat khawatir.
Hyun kecewa karena Eun Jae tidak pernah membicarakan hal itu padanya dan merasa kalau Eun Jae berpikir dia akan menghentikannya “apa kau pikir aku keras kepala dan menghentikanmu untuk melakukan apa yang kau inginkan?”
Eun Jae : tidak.
Hyun : lalu apa? Apa kau pikir aku akan menipumu? Jika kita nanti LDR?
Eun Jae : bukan itu.
Hyun : kenapa kau begitu ragu, kau bisa pergi tanpa khawatir (Eun Jae terus menatap Hyun).
Eun Jae : apa kau tidak apa-apa soal itu? Aku bisa pergi? (Hyun tersenyum)
Hyun : jika kau berjanji bahwa kita bisa melakukan obrolan video setiap hari. Mulai sekarang jangan khawatir tentang bagaimana perasaanku. Aku ingin kau merasa bebas bicara denganku tentang apapun itu. Aku ingin membantumu dan mendukungmu, aku tidak ingin mengikat atau mengekangmu. Kau mulai berkata-kata lagi. Kau tahu? Kau bertindak seperti kau orang yang kuat. Tapi sebenarnya kau adalah orang yang cengeng.
Eun Jae tersentuh dengan kata-kata Hyun sampai dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hyun memegang wajah Eun Jae lagi. Eun Jae memegang tangan Hyun yang menempel di pipinya. Eun Jae terlihat sangat nyaman berada disisi Hyun.

Hyun dan Eun Jae menikamti senja di sebuah dermaga. Hyun memegang tangan Eun Jae dan Eun Jae berkata “dengar, jika aku memberitahumu kalau aku tidak ingin kembali. Jika aku mengatakan kalau aku tidak ingin kembali ke asrama dan mau bersamamu malam ini. apa aku terlihat seperti wanita rendahan?" HYun bengong dengan perkataan Eun Jae yang tidak seperti biasanya.

Eun Jae sedang merenung di depan jendela dengan pemadangan lampu kota yang berkerlap-kerlip. Mungkin Eun Jae sedang merenungi kanker ganas yang di deritanya.

Hyun menghampiri Eun Jae dan memeluknya dari belakang. Kemduian Hyun mebalikan pandangan Eun Jae ke hadapannya. Mereka saling memandang dengan penuh perasaan, Eun Jae memluk Hyun sangat erat, dia terlihat sangat nyaman berada di pelukan Hyun.
Hyun melepaskan pelukan Eun Jae, dan kemudian Hyun memegang wajah Eun Jae daannnn Hyun mencium Eun Jae lagi dengan penuh penghayatan. Eun Jae terlihat nyaman berada di sisi Hyun.