Advertisement
Advertisement
Episode 38 Part 2

All images credit and content copyright: MBC


Eun Jae dan Hyun berjalan sambil pegangan tangan. Tiba-tiba ponsel Eun Jae berdering, dia pun langsung mengangkatnya. Eun Jae menerima telepon dari Kepala Divisi Kebijakan Kesehatan Geoje, dia mengingtakan Eun Jae bahwa penyelidikannya dilaksanakan hari ini.
Eun Jae kaget “hari ini?” mereka langsung menutup panggilannya, dan Hyun menanyakan apa yang barusan mereka bicarakan di telpon dan sepertinya Eun Jae memberitahu Hyun soal hal itu.

Ketua Jang sedang asyik membaca koran di villa-nya. Tiba-tiba pengawalnya datang terburu-buru, dan mereka membawa berita buruk. Ketua jang sangat terkejut dan bertanay “berita buruk apa?” mereka pun mejelaskan apa berita buruknya.

Hwang In Kyung dan ibunya sedang mengadakan konferensi pers bersama semua media. Hwang In Kyung mengatakan bahwa tuntutan terhadap RS Kapal khususnya kepada Dokter Song Eun Jae dan juga dokter Kwak Hyun, dengan ini aku mengumumkan bahwa aku akan membatalkan semua tuduhan tersebut”.

Petugas pemerintah provinsi meminta Eun Jae dan Hyun untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi dan bertanya “kenapa kalian tidak mengatakan apapun? Kau melakukan operasi tanpa persetujuan wali?”
Eun Jae : tidak, itu benar.
“beraninya kau berbohong?”
Seorang pengawal datang dan memberitahu dia tentang kabar buruk, dia tidak percaya dan pengawalpun mulai menyalan televisinya. Berita buruk tersebut yaitu tentang Hwang In Kyung yang membatalkan tuntutan terhadap Dr. Song Eun Jae dan dr. Kwak Hyun. Disana iunya mengtakan bahwa dia mendapat persetujuan, dan semua yang dia ceritakan sebelumnya dalah kebohongan besar”.
Dia sangat marah dan berkata “apa? Berani-beraninya dia...”

Dokter kepala ahli dalam RS Geoje Jeil mengtakan “apa kau memanggil komite penyelidikan sebelum mendapatkan fakta yang relevan? Apa kau punya waktu untuk disia-siakan?” dokter itu merasa kesal dan langsung meninggalkan ruangan. Dia mencoba menghentikannya namun tidsak bisa.
Hyun dan Eun Jae saling menatap dengan penuh senyuman, namun petugas provinsi terlihat kesal dan malu.

Ketua Jang dan anggota lainnya jug sedang menyaksikan berita tersebut, dalam berita tersebut mengatakan bahwa ada seorang pengcara yang mendatanginya dan mengatakan bahwa dia akan memberinya banyak uang, aku bertanya bagaimana aku bisa mepercayainya. Dan pengacara itu mengtakan bahwa Doosung akn mengurus semuanya” di berita semua wartawan bertanya-tanya tentang keterkaitan Doongsung Group dengan masalah ini.
Ketua Jang langusng mematikan TV-nya. Dan dia melihat semua anggotanya dengan wajah kesal, diantara mereka adayang berpura-pura batuk untuk menghindari omelan ketua jAng.

Di tengah malam, Ketua Jang keluar dengan diam-diam bahkan dia menggunakan masker agar tidak ketahuan media. Mereka memsaui mobil dan mulai berjalan. Dan ternyata dusana sudah bayaj reporter yng ingin mewawancarinya,
Para awak media mengambil banyak gambar, dan ketua Jang meminta sopirnya untuk terus melaju dan jangan menghiraukan mereka.
Di dalam mobil ketua jang mengatakan bahwa dia akan langusng ke RS begitu tiba di Seoul dan meminta petugas untuk menolak mereka semua. Beritahu media bahwa pengacara Jo melakukan semuanya sendiri dan jangn melibatkan Doongsung Group. Petugasya mengerti dengan apa yang ketua jang perintahkan.

Gubernur dan petugas provinsi sedang meliaht berita tentang Group Doongsung, di berita tersebut berisi “tampaknya bahwa Doongsung Group ingin lolos dari undang-undang yang memungkinkan mereka untuk menjual oerangkat keras mereka melalui program layanan medis jarak jauh, perangkat lunaknya senilai puluhan dolar melalu jaringan yang baru saja didirikan. Ketua Jang Tae Joon melarikan diri dari Geoje di malam hari, ini seolah-olah adlah pelarian. Ternyata dia menyuap pasien, anggota keluarga dan bahkan banyak pegawai negeri”.
Gubernur merasa malu karena dirinya terlibat, kemudian dia meminta anggotanya untuk menghubungi kapten RS Kapal “karena kita harus membuat mereka kembali bekerja sebelum orang-orang menganggap kita bersalah”.
Petugas itu sepertinya ragu-ragu untuk menghubgi kapten karena dia sudah kelewat malu dan bertanya “apa kau yakin ini semua salah paham? Gubernur sangat marah dengan pertanyaan itu dan berkata “apa? Apa menurutmu aku seperti kau?”’
Dia meminta gubernur untuk tidak menyalahkannya, karena dia hanya melakukan apa yang gubernur perintahkan.
Gubernur : maka dari itu, lakukan saja apa yang aku katakan. Dan urus kapten RS Kapal itu.

Petugas provinsi membujuk kapten untuk kembali mengoperasikan RS kapalnya. Kapten so jual mahal dan berkata “ssudah kubilang, kalau aku tidak menegrti, kenapa aku harus menemuinya”.
Petugas : kau kan juga menunggunya disini sepanjang malam dan sekarang aku bisa menemuinya.
Kapten : kurasa dia tidak punya waktu untuk bertemu denganku, dia harus menemuinya lebih dulu (menujuk kepada para jaksa yang akan menggeledah ruangannya)
Petugas itu sangat khawatir dan menguping apa yang terjadi di dalam ruangan gubernur. Gubernur mendapat tuduhan penyuapan, dia menyangkalnya dan mengatakan bahwa dia hanya melayani publik sepanjang hidupnya dan aku adalah orang yang jujur.
Setelah itu, dia kembali membujuk kapten, namun kapten tidak mau mendengarkannya.

Kapten keluar dari kantor provinsi dengan sangat bangga, dan akhinya dia bisa menyelesaikan maslaah RS Kapal dan sekarang giliran mereka yang mengejarnya.

Pak  Cho sedang menjaga perawat Pyo yang belum siuman, dan akhirnya perawta Pyo mulai siuman dia langsung berkata “RS Kapal. Apa yang terjadi?”
Pak cho mengatakan bahwa perawat Pyo hatus ikut dengannya, Perawat Pyo masih lemas dan bertanya “kemana?”
Pak Cho : untuk menyekamatkan kapal kita.
perawat Pyo : aku tidak bisa kemana-mana. Aku harus tinggal disini.
Pak Cho : tidak, tidak. Kau memiliki hati yang sangat besar, kau harus segera pulih dalam sehari.
perawat Pyo kaget “apa?” dia mulai merasa kesakitan seetalh operasinya. Pak Cho mengatakan bahwa dirinya hanya bercanda dan semuanya sudah berhasil, dia baru saja mendapat telepon dari kantor. Mereka ingin kita bekerja kembali di RS Kapal besok jika memungkinkan.
perawat Pyo : ini hebat. Apa yang kau lakukan untuk mewujudkannya? Apa yang kau lakukan untuk menyelamatkan kapal kita? Tidak ada, kan?
Pak Cho tergagap saat ingin menjawabnya, di mengtakan bahwa dia sibuk merawat istrinya jadi tak sempat membereskan masalh RS. Kapal mereka.
perawat Pyo:  RS Kapal kita akan segera kembali
Pak Cho : yang lain berusaha sangat keras.
perawat Pyo : sepertinya kau bisa kembali bersama istrimu. Staf kapal kita sudah tahu apa yang harus dilakukan. Kau bisa berhenti merawta mereka dan kapal itu, perhatikan putra dan istrimu juga.
Pak Cho tersentuh dengan perkataan perawat Pyo, pak Cho berkaca-kaca namun dia tiak mau menangis di depan perawat Pyo.

RS Kapal akhirnya kembali beroperasi. Semua masyarakat berbondong-bondong untuk kembali berobat di RS Kapal, mereka memberitahu semua rekan dan tetangganya bahwa RS Kapal sudah kembali dan bisa mengobati mereka lagi seperti biasanya.

Para perawat memanggil pasien satu per satu untuk diperiksa oleh para dokter RS Kapal. Pak Cho sekarang memabntu pasien yang akan melakukan pemeriksaan X-Ray. Dia memberitahu pasien cara menggunakannya, bahkan dia juga mencontohkannya terlebih dulu, agar pasien bisa mengerti.

Kapten dan Pak Yang melihat banyak masyarakat yang berbondong-bondong untuk melakuakn pengobatan di RS Kapal. Pak Yang mengatakan mereka hari ini tidka akan berlayar karena orang-orang dari pulau lain sudah berdatangan sendiiri untuk berobat. Akhirnya RS Kapal ramai kembali dengan pasien yang ingin berobat.

Kapten menerima panggilan dari penjaga pantai dan memberitahu bahwa ada seorang pendaki yang jatuh dari gunung Daegun. Kapten pun langusng membuat pengumuman di Kapal, bahwa mereka mempunyai pasien darurat untuk segera di tolong.

Mobil petugas medis deng dalam perjalanan menuju tempat kejadian. Di tempat kejadian rekannya sangat panik karena temannya belum sadrakan diri.

Semua petugas turun dari mobil, saat Eun Jae turun tiba-tiba lututnya sakit, AH Rim pun membantunya dan bertanya “dokter apa kamu baik-baik saja?” Eun Jae mengatakakan bahwa dirinya baik-baik saja. Eun Jae tak mempedulikan sakit yang dia rasakan.

Mereka langsung mencari korban, AH Rim melihatnya dan menujukkan kepada Eun Jae. Mereka pun langsung menuju korban,

Eun Jae langsung memriksa kondisi pasien, AH Rim mengatakan bahwa tekanan darahnya 75 diatas 50. Eun Jae mengatakan bahwa ini adalah keregangan pneumotoraks (pneumotoraks: pengumpulan udara dalam rongga pleura yang berada di antara paru-paru dan toraksa) Eun Jae meminta jarum ukuran 16 kepada AH Rim. Eun Jae pun mulai menyuntikkan jaru yang sudha diisi obat kepada pasien.

Kapal penjaga pantai sudah siap untuk membawa pasien ke RS darat.

Setelah menyuntikkan obat, Eun Jae membuka sepatu korban dan memeriksa kakinya. Eun Jae meminta gunting dan menggunting celananya. Kaki korban bengkak dan memar. Rekannya sangat khawatir setelah melihatnya dan beratnay “apa yang salah dnegan kakinya? Kenapa bengkak? Apa patah tulang?
Eun Jae meraba kakinya dan memanggil-manggil pasien “apa kau merasakannya?” namun peisn tidak merespon sedikitpun. Eun Jae pun memberitahu rekannya bahwa pasien lumpuh.
“apa dia bisa kemabli normal?”
Eun Jae berpikir bahwa ini hanya kelumpuhan sementara. Eun Jae mengatakan bahwa ini adalah sindrom kompartemen akut (sindrom kompartemen: masalah medis aku yang menyerupai cedera pada kebanyakan kasus penggunaan otot berulang dan meluas) dia menjatuhkan kakinya dnegan keras saat dia jatuh dan darah berehenti mengaalir di otot.
Eun Jae mminta tImnya untuk segera memindahkan pasien ke RS Kapal. Mereka pun memindahkan pasien ke blankar dan menyiapkan semua keamanan selama di perjalanan untuk pasien. Mereka mulai membawa pasien ke atas. Eun Jae dan Ah Rim berada di belakang pasien.

1 komentar:

Lanjut chinggu ya