Advertisement
Advertisement
Episode 38 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Dr. Myung dan Timnya sedang melakukan operasi cangkok hati dari perawat Pyo untuk istri pak Cho, mereka memindakan hati perawat Pyo dengan sangat hati-hati. Dr. Myung meminta rekannya untuk menjahit pembuluh darahnya sampai selesai. Dia juga mengatakan bahwa perawat Pyo adalah orang yang sangat luar biasa, yang dengan senang hati menyumbangkan sebagian tubuhnya untuk menyelamatkan nyawa orang lain, jadi tolong lakukan yang terbaik bersamaku agar dia bisa kembali hidup normal tanpa efek samping. Semua rekannya mengerti dan akan melakukan yang trebaik.
Dr. Myung meminta prolen (Prolen: jahitan medis yang sering digunakan untuk penutupan kulit).

Di ruang operasi Eun Jae, mereka juga sedang sibuk mengoperasi dan menunggu cangkok hari dari dr. Myung. Akhirnya hati dari pendonor pun datang dengan kondisi bagus, Eun Jae langsung memastikan semuanya, dia terlihat sedang memasangkan sesuatu di hati tersebut.

Direktur Kim dan Dr. Kang masih melihat proses operasi yang dilakukan Eun Jae. Eun Jae meminta perawat Kim untuk menelpon seseorang. Ternyata Eun Jae menelpon ke ruang operasi sebelah yang menangani perawat Pyo dan meminta mereka untuk segera membawa hasilnya secepat mungkin.
Dr. kang bertanya kepada direktur “apa yang sedang terjadi? Apa menurutmu ada masalah?” direktur tidak mengatakan apapun karena terlalu fokus memperhatikan kinerja Eun Jae.

Kedua putra pak Cho sedang menunggu hasil operasi hingga ketiduran. Semua petugas kapal juga ada disana menunggu hasil operasinya. Pak Cho terlihat tidak tenang dia terus mondar mandir. Kemudian dia melepaskan jaketnya dan menyelimuti putranya dengan jaket dia. Yang lain juga sampai ketiduran karena lama menunggu operasi. Jae Geol menyuruh Pak Cho untuk duduk karena dari tadi dia berdiri dab tidak duduk sama sekali.

Perawat berlari dengan membawa sebuah tabung, mereka pun mulai panik dan mengikutinya. Dr. Myung keluar dan meminta perawat tersebut untuk segera membawa tabung tersebut ke dr. Song karena dia sudah menunggu.
Pak Chio bertanya kepada dr. Myung “apa yang sedang terjadi? Apa ada yang terjadi?”. Dr. Myung mengatakan bahwa banyak hal yang terjadi di ruang operasi, tapi dokter Song pasti akan mengatasinya, dia pun pamit untuk kembali ke ruang operasi.
Pak Cho melihat kedua putranya yang sangat lelah dan mengantuk. Jae Geol menenangkan Pak Cho dan memintanya untuk duduk.

Di ruang operasi. Eun Jae mengatakan kepada direktur Kim bahwa pembuluh darah memiliki bentuk yang berbeda, ini banyak terjadi pada operasi transplantasi. Jadi aku meminta RS Daehan Seoul untuk membekukan pembuluh darah sebelumnya dan mereka baru saja tiba. Sekarang aku perlu melakukan angioplasti terlebih dulu (angioplasti: prosedur untuk membuka pembuluh darah yang menyuplai darah menuju jantung).
Direktur mengerti dan memintanya untuk segera melakuakn prosedur tersebut. Direktur merasa semua itu akan memakan waktu yang lama. Eun Jae juga mengatakan “untunglah paru-paru dan jantung pasien bagus” direktur mengacungka jempol pada Eun Jae.
Dr. kang mengatakan bahwa Eun Jae sangat bisa di andalkan dan mereka pun tersenyum bangga dengan Eun Jae.

Pembuluh darah yang sudah dibekukan akhirnya datang, Eun Jae pun langsung melakukan angioplasti dengan sangat telaten.

Hwang In Kyung masih belum sadarkan diri, ibunya setia menunggunya sampai ketidurdan di bed pasien. Dan akhirnya Hwang in Kyung siuman, dia pun lansgung bangun dan ibunya juga terbangun “kau sudah sadar nak?”.  Hwang In Kyung heran kenapa dia bisa ada di ruang perawatn. Ibunya mengatakan bahwa dia merasa pusing dan pingsan, dr. Penyakit dalam RS yang memindakanmu kemari. Setelah itu kau demam tinggi semalaman.
Hwang In Kyung batuk-batuk terus, ibunya semakin khawatir dan bertanya “apa kau baik-baik saja, nak?” ibu pun meraba dahinya dan demamnya masih belum turun. Kemudian Hwang In Kyuk menanyakan bayinya. Namun sang ibu mengatakan “aku tidak tahu” dengan muka kesal.
Hwang In Kyung : omma...
Ibu : aku sibuk merawat anakku yang sakit. Aku tidak tahu keadaannya. Aku sering memintamu untuk pergi ke pusat perawatn pasca-persalinan, tapi kau menolak untuk pergi. Bagaimana jika kau yang berakhir...
In Kyung : apa maksud ibu? Bagaimana keadaan bayiku? Bagaimana dengan bayiku?
Sambil menangis ibunya mengatakan bahwa bayinya tidak terlihat bagus, aku belum pernah melihat tempat itu sejak ada penanganan darurat. In Kyung marah sambil menangis “kenapa ibu tidak membangunkanku?” ibunya tidak tega membangunkan putrinya karena dia juga tidak beradaya dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk bayinya.
In Kyung langsung turun dari ranjangnya. Ibunya terus berteriak “apa kau sudah kehilangan akal? Cepat kembali nak!”

Ibunya berlari mengejar In Kyung sambi berteriak memintanya untuk berhenti, dia tak lupa membawakan sandal putrinya. Dia masuk ke ruang NICU, disana ada dr. Lee yang sedang mengawasi Hyun dengan bayi In Kyung.
Hyun sedang menggendong Han Sol dengan penuh kasih sayang. Dia menghangatkan tubuh si bayi seakan-akan bayi itu masih di dalam kandungan. In Kyung bertanya “apa yang sedang dia lakukan?”
Dr. Lee menjelaskan bahwa itu disebut sebagai perawatan kanguru (perawatn metode kanguru adalah perawatn bayi prematur melalui kontak kulit ke kulit dengan seorang ibu atau orang lain) kontak kulit akan membuat bayinya lebih membaik.
In kyung : tapi kenapa dia melakukannya>
Dr. Lee : karena tidak ada lagi yang bisa kami lakukan.
In kyung : apa bayiku sangat kesakitan?
Dr. Lee mengatakan “Ya” dia merasa bersalah karena tidak bisa menemani sang bayi. Dr. Lee mengatakan bahwa tadi malam Han Sol berjuang dengan sangat baik dan berani bersama dokter Kwak.
In kyung menawarkan diri untuk melakukannya, karena dia sangat ingin melakukannya dan mendekap sang bayi dengan penuh kasih sayang. Dr. Lee mengatakan bahwa dia bisa melakukannya jika demamnya sudah sembuh, dan virus flu yang dialaminya bisa mematikan bayinya keran sistem kekbalan tubuh bayi sangat lemah,
In kyuk tak henti menangis dan tak tahu apa yang harus dilakukannya, dia merasa bagaimana bisa disebut seorang ibu jika tidak bisa melakukan apapun untuk bayinya. Ibunya juga menangis melihat si bayi dan putrinya.
Dr. Lee mengatakan bahwa mereka beruntung memiliki dr. Kwak, karena dia ingin menyelamatkan bayimu sama seperti keinginanmu. Dia adalah seorang dokter yang sangat baik. Dokter Kwak mengatakan sesuatu tadi malam. Jika kita sudah melakukan semua yang bisa kita lakukan dengan ilmu pengetahuan, inilah saatnya melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan sebagai manusia dengan hati yang tak henti berdoa.
Ibu dan mama Han Sol sangat tersentuh dengan apa yang dikataka Hyun. In Kyung kaget “doa?”
Dr. Lee : sesuatu yang menguatkan, itu doa yang berjalan cukup baik, itu lebih kuat daripada epinefrin. Apa kau melihta angka-angka itu? Semalam detak jantungnya turun sampai 60, tapi sekarng sudah naik menjadi 90. Seolah-olah energi yang tidak diketahui sedang diisi ulang melalui hati Han Sol.
Ibu : apa itu berarti suusku bisa hidup?
Dengan mata berkaca-kaca dr. Lee mengatakan “itu mungkin, jika ki=ondiisnya terus  membaik” mereka berpelukan dengan penuh kegembiraan. In Kyung tak henti meperhatikan Hyun yang sedang menggendong bayinya dengan penuh kasih sayang dan terlihat seperi seorang ibu ynag menggendong anaknya.

In Kyung dan ibunya keluar dari ruang NICU dan tak henti menangis. Ibunya meminta In Kyuk untuk memakai sepatunya karena bayinya sekarng sudah baik-baik saja “jika kau bertelanjang kaki setelah melahirkan, itu akan menunda pemulihanmu, cepatlah pakai!!!” In Kyung belum memakainya karena terus menangis.
Ibunya mengatakan “kau terus memikirkan hidup anakmu, aku juga memikirkan hidup anakku” kemudian dia membersihkan kaki putrinya dan memakaikan sepatunya dengan tangannya sendiri. In Kyung semakin histeris dengan tangisannya.

Eun Jae akhirnya keluar dari ruang operasi, pak Cho pun langsung menghampiri Eun Jae dan bertanya tentang kondisi istrinya. Eun Jae mengatakan bahwa operasinya berjalan dengan sangat baik dan sekarang dia akan segera pulih. Pak Cho terlihat ssangat lega mendengar kabar baik tersebut.
Eun Jae melihat kedua putra Pak Cho dan berkata “kau pasti Dong Hoon dan Dong Min”’
“kau tahu nama kita?”
Eun Jae : tentu saja. Papamu menunjukkan foto dan menyombongkan kalian setiap hari.
“sunggu?” ayahnya mengatakan bahwa Eun Jae tak mungkin berbohong.
Eun Jae mengatakan bahwa kalian harus segera menemui ibumu karena itu adalah obat terbaik yang bisa ibumu dapatkan, bisakah kalian melakukannya?
Mereka pun mengangguk Ya, dan pak Cho merangkul mereka.

Eun Jae sudah berganti pakaian, dia terlihat sangat lelah karena operasinya yang cukup lama. Tiba-tiba Hyun suda ada di depan lif dan langsung menariknya. Eun Jae bertanya “mau kamana? Apa yang kamu lakukan? Kita ada di RS” tapi Hyun tak mengatakan apapun dan memegang tangan Eun Jae untuk mengikutinya.

Hyun sangat terburu-buru membawa Eun Jae, entah kemana Hyun akan membawa Eun Jae sekarang. AH Rim, Joon Young, perawat Jo dan perawat Yang terkejut melihatnya. AH Rim pun penasaran dan bertanya “apa yang baru saja aku lihat?”
Joon Young mengatakan bahwa kau baru saja melihat dr. Kwak dan Dr. Song. AH Rim mempraktekan kepada Joon Young apa yang dilakukan Hyun kepada Eun Jae “kenapa dia menyeretnya keluar seperti ini” Joon Young mengatakan bahwa dia membuatnya malu,
Ah Rim berpikir “apa mungkin mereka berkencan?”
Joon Young : apa kau tidka tahu?
AH Rim melotot kaget karena dia bru mengetahuinya.

Hyun membawa Eun Jae ke sebuah pantai yang sangat indah. Dalam perjalanan Eun Jae mengatakan “dr. Kwak kita harus bicara, apayang terjadi semalam? Apa yang sedang terjadi?” Hyun tak menjawab semua pertanyaannya.
Hyun berhenti sambil tersenyum dan tanpa mengatakan apapun tiba-tiba Hyun .... (ahhhhhh tidakkkkk) Hyun mencium Eun Jae dengan penuh perasaan, Eun Jae berusaha menolaknya tapi yaaa sudah terjadi.
Setelah Itu Hyun mengatakan dengan penuh senyuman “ini pagi yang indah” Eun Jae masih bengong dan belum berkata apapun. Hyun melanjutkan perkataannya “pagi yang benar-benar indah yang kembali datang hanya sekali datang dalam seumur hidup”.
Hyun juga memberitahu Eun Jae bahwa Han Sol semakin membaik. Sepanjang malam dia berbaring di dadaku dan jantungnya berdegup kencang. Dia berjang dengan sangat baik.
Eun Jae : sunggu?
Hyun : benar.
Mereka saling memandang dengan penuh senyuman kegembiraan. Kemudian Eun Jae memegang dada Hyun dan berkata “lalu bayi kecil itu harusnya tahu, kalau priaku memiliki hati terhangat di seluruh dunia”. Dan akhirnya mereka berpelukaaaaannnn.