Advertisement
Advertisement
Episode 1 Part 2

All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS 20th Century Boy and Girl Episode 1 Part 1
Ah Rem akan turun dari bis, saat dia mau mengambiul kopernya, tiba-tiba ada seorang pria yang mengambilnya (mungkin pria itu akan membawakan kopernya) Pria itu memperkenalkan dirinya “halo Nona, aku Lee Dong Hoon, Kapilot. Kita terbang ke Sappora bulan lalu”
Ah Rem memikirkan saat-saat itu, kilas balik ditampilkan saat Ah Rem menerima pengarahan dari pilot untuk penerbangan ke Sapparo selama 2jam lebih. Pramugari lain sedang sibuk membaca majalah, orang yang di majalah tersebut ternyata seorang kapilot yang menemani pilot yang sedang pengaraha, Ah Rem memberikan senyuman kepada kapilot tersebut, namun kapilot itu terlihat sangat malu. Kilas balik berakhir.
Ah Rem pun akhirnya menyadari kapilot tersebut, dia pun mulai menyapanya. Kapilot itu bertanya “kamu akan terbang ke Hannoi hari ini? aku mendengar pembicaraanmu”
Ah Rem : Ya.
Kapilot : aku juga.
Ah Rem : begitu rupanya, pastikan pendaratan kkita mulus.
Kapilot : baik (sambil membawakan kopernya Ah Rem)

Presdir Jang sedang makan mie dengan sangat lahp sekali (seperti belum makan beberapa hari hehe) SA Jin Jin hanya melihatnya, presdir melihat makanan SA Jin Jin yang masih utuh dan bertanya “kenapa kau tidak makan? Apa kau sedang diet? Baiklah. Orang ini mengkonsumsi pil diet”
Sa Jin JI : makanlah dulu, baru bicara.
Akhirnya presdir selesai makan, dan Ah bertanya “apa yang ingin kamu bicarakan?”
Presdir : Hong Kong, kamu tahu?
SA Jin Jin : acara ragam?
Presdir : wakil presdir Nam, dia membantu debutmu. Dia membantu kita, sejak kita berada di kantor yang sangat kecil, dia melakukan banyak hal untukmu, dia hampir kehilangan pekerjaannya. Dia ingin kamu tampil di acara ragam pertamamu selama 10th. Mari bantu dia Sa Jin Jin.
SA Jin Jin : aku tidak lucu!!!
Presdir : kamu lucu, ayolah. Kamu ingin tampil di gelar wicara. Atau memakai masker dan menyanyi di depan kerumunan orang. Bukankah lebih baik pergi ke Hong Kong untuk ngobrol sebentar?
Sa Jin Jin : berikan naskahnya.
Presdir : itu gaya lama, zaman sekarang orang tidak memakai naskah.
SA Jin Jin : lalu aku haruss bagaimana ?
Presdir : ikutu saja alurnya. Jangan merencanakan sesuatu dan bersikap angkuh atau aneh, orang-orang memebenci itu.
SA Jin Jin : kamu takut aku gagal?
Presdir terus merayu SA Jin Jin untuk pergi ke hongkong, dan akhirnya SA Jin Jin bersedia berangkat ke Hongkong.
Sa Jin Jin menerima pesan dari Kim Gi Nim dari Morning Calm Entertainment, dia ingin menawarkan kontrak kepada SA Jin Jin “aku akan mengubah balasan kamu”. Presdir terlihat kkesal “dari seorang pria?” dengan kaku Sa Jin Jin bilang “bukan”
Presdir : katakan padaku dulu. Aku harus tahu, jika harus mengendalikan situasi.
Sa Jin Jin : bukan begitu.

Tiba-tiba Sa Jin Jin melihat Jeong Da Yeong di koran, direktur meminta pendapat tentangnya kepada Sa jin jin. Sa Jin Jin bilang dengan muka cemberut dan melemparkan korannya ke meja “dia cantik”
Presdir : itukah alasanmu menyakitinya?
Sa jin Jin : apa?
Presdir : kamu mempermalukannya. Dia terus menangis sampai matanya bengkak. Jangan melakukan itu kepada anak muda.
Sa Jin Jin : itukah yang dia katakan?
Presdir : kenapa? Kamu akan kembali dan mengomelinya? Itu yang dikatakan orang tua. Jangan menceramahi orang lain hanya karena kamu senior.
Sa Jin Jin terlihat sangat kesal dengan omelan Presdir Jang.

Ah Rem baru pulang dari penerbangan ke Hannoi, temeannya mengajak dia untuk kkergi ke pasar malam. Tiba-tiba kapilot memanggilnya dan meminta AH Rem untuk memberikan nomor teleponnya. Dia juga bilang “nanti kami traktir aku minum bir” temannya terseyum sepu melihat kapilot dan Ah Rem. Ah Rem pun memberikan nomor padanya.
Kemudian kapilot itu memberikan sebuah bingkisan kepada AH Rem, so sweet ya kapilot itu, baru juga bertemu beberapa kali udang ngasih bingkisan segala.


Ah Rem sedang mencari tahu arti dari hadiah coklat, dia menemukan itu yang berarti “aku mencintai kamu” temannya mengejek dia, tiba-tiba Ah Rem mengajak temannya untuk pergi ke pasar malam, namun temannya menghentikannya “jangan pikirkan pasar malam, kamu akan bagaimana dengan hadiah ini?”
AH Rem : apa?
“kalian saling menatap dalam, akau langsung menyadariny. Menurutku ini (coklat) alasannya”
Ah Rem : apa?
“menggoda” Ah Rem tersipu malu sambil memakan coklat itu.

AH Rem turun dari bis jemputannya, sebelum bisnya berangkat kapilot itu menyapanya sekaligus pamit kepaada Ah Rem, Ah Rem terlihat sangat senang diberi senyuman oleh kapilot tersbut.

Tiba-tiba Sa Jin Jin lewat dengan mobilnya berwarna biru, dia bertanya “Hei! Sedang apa kamu?”
Ah Rem dengan terburu-buru : aku akan segera menikah.
Sa Jin Jin kaget : apa?
Ah Rem : aku harus ke rumah sakit Mana Young Shim? Aku akan bergegas.
Sa Jin Jin : tidak, sini masuk ke dalam mobil.

Ah Rem tiba di Rumah Sakit, di sedang melakukan konsultassi dengan dokter, dia bertanya kepada dokter “berapa usia kandungan anda?”
Dokter : 28 minggu
AH Rem : masih cukup lama.
Dokter : Fibroid itu berada di lokasi yang buruk, ada 4 yang berukuran 6cm di dekat kandung kemih kamu. Menstruasi kamu tidak reguler?
Ah Rem : ya. Dokter, apa kau akan menjadi ibu yang tua jika hamil sekarang?
Dokter : beberapa wanita melahirkan bayi pertama mereka di usia 50-an. Setelah fibroid itu di ambil dan pulih, kamu bisa hamil dan memiliki anak tanpa masalah.
AH Rem : apa?
Dokter : kamu akan di rawat dua hari lagi, selama 5hari 4malam. Jadwal operasinya 3hari lagi, apa kamu sudah pernah berhubungan seksual?
AH Rem hanya tersipu malu.

Mereka sedang membahas kapilot yang memberi AH Rem coklat, dan ternyata kapilot itu 7th lebih muda darinya. AH Rem yakin kalo kapilot itu menyukainya.
Sa Jin Jin : seorang pria pasti langsung mendekati wanita yang dia sukai. Dia tidak akan membuat wanita yang disukainya bingung.
Ah Rem : itu sebabnya saat veteran melawan pemula. Pemula akan menang.
Sa Jin Jin : apa?
Ah Rem : peraturan menggoda sangat berbeda. Jangan menyamakannnya dengan apa yang tertulis. Akan kutunjukkan kepada kalain. Tunggu sampai operasiku selesai.
“kamu punya fotonya?”
Ah Rem : tidak, tapi dia mirip pria itu. Jung Woo Sung.
Sa Jin Jin : Bongo Man, wajah jenius itu?
Mereka mulai membahas Bongo Man saat masih sekolah, sampai-sampai persahabatan mereka hampir retak gara-gara seorang pria. Kemudian Sa Jin Jin mengingat masa lalunya, saat mereka bertengkar merebutkan satu pria “Bongo Man” kemudian mereka menulis sebuah perjanjian bahwa mereka tidak akan bertengkar lagi karena pria.

Sa Jin Jin tiba di bandara, disana sudah banyak reporter untuk mewawancarainya, Sa Jin Jin akan terbang ke bandara untuk Syuting Ragam acara.

SA Jin Jin melihat videonya tadi di bandara, dia merasa tubuhnya sangat gendut, namun asistenya bilang bahwa dia sangat kurus. Mi Dal baru menyadari kalau ponselnya ketinggalan di bandara saat membetulkan tali sepatunya setelah dia melihat video itu.
Mi Dal : astaga. Cicilannay masih 3o bulan lagi, aku pasti gila.
SA Ji Jin : kamu juga membuatku hampir gila. Kenapa mereka menyuruhku berbagi kamar. Bahkan ranjangnhya hanya satu.
Mi Dal : aku sedang tidak ingin bergurau.

Saat Mi Dal sedang mencoba parfum, Sa Jin Jin memintanya untuk mematikan lampu, dia juga meminat Mi Dal untuk tidur di ranjang yang sama dengannya, Mi Dal pun naik ke ranjang dan tidur berdekatan dengan Sa Jin Jin..
SA Jin Jin : jangan terlalu berdekatan.
Mi Dal : astaga. Seperti inilah Hongkong Saat malam, cantik sekali.

Mi Dal keluar untuk menikmati malam di Hongkong.

Seorang Pria berkaca mata naik taksi untuk pergi ke Zhong Wan. Di dalam taksi dia menerima telpon dari rekan bisnisnya.

Setiba di kantor dia menyapa semua keryawan, dia masuk ke ruangannya dan mulai memeriksa pekerjaannya. Dia banyak menerima panggilan dari beberapa klien. Seseorang masuk ke ruangannya, dia meberitahu Ji Won bahwa dia mempunyai janji dengan Presdir Li Ka-Sing dari Nasional. Ji Won Langsung melihat jam-nya. “sudah pukul 14.00. ayo aku akan mengantarmu kesana” mereka pun berangkat untuk pertemuan.

Mereka tiba di tempat pertemuan. Asistennya memberitahu Ji Won “soal rapat dengan presdir Sung dari bagian kimia, dia mengusulkan kita makan malam dan minum bir. Aku tahu dia pemilih dan sulit membuat janji dengannya. Maka aku menyetujuinya. Tapi itu setelah kamu tiba di korea, apa itu terlalu sulit untukmu?”
JI Won : tidak masalah, kita harus menuruti keinginannya.
“astaga kamu kembali ke korea tanpa bisa beristirahat. Kamu punya jadwal berbeda setiap menitnya. Baiklah, semangat. Aku akan menjemputmu setelah rapat selesai.

Tiba-tiba asistenya melihat Sa Jin Jin menuruni tangga “Sa Jin Jin, astaga... dia cantik sekali” Sa Jin Jin sedang di wawancarai banyak reporter. Ji Won terus memperhatikannya.