Advertisement
Advertisement
Episode 35 Part 1

Di RS. Kapal semua awak kapal sedang membersihkan kapal dengan kompak.

All images credit and content copyright: MBC


Pak Chu sedang menelpon seseorang, Perawat Pyo bertanya “bukannya mau pergi?” Pak Chu mengatakan bahwa Hyun belum datang. Eun Jae menghampiri mereka dan memberitahu bahwa Hyun tidak akan datang ke kapal.
Pak Chu : apa maksudhmu?
Eun Jae : dia akan naik kapal penumpang nanti.
Perawat Pyo : kenapa?
Eun Jae mengatakan bahwa Hyun pergi ke kantor polisi. Perawat Pyo dan Pak Chu kaget dan bertanya-tanya, kenapa Hyun pergi ke kantor polisi. Eun Jae hanya terdiam.

DI Kantor Polisi, Hyun menjelaskan tentang bayi Kwang In Kyung “sejak bayi lahir dan sampai dia dipindahkan ke NICU RS Geoje Jeil. Aku, dokter penyakit dalam yang menangani perawatan Han Sol. Jadi jika terjadi sebuah masalah, itu adalah tanggung jawabku”.

Ketua Doongsu mengatakan bahwa dia juga akan mengajukan tuntutan terhadap Dokter Kwak Hyun. Seorang ahli bedah yang sembarangan melempar pisau nedah ke sekeliling dan tanpa izin wali. Dan dokter penyakit dalam yang tidak mampu menangani kejadian tersebut dengan baik. Rumah Sakit kapal sedang dalam masalah besar. Dia melanjutkan membac korannya.

Rekan ketua Doongsu memberikan pernyataan kepada semua awak media bahwa Dokter Song Eun Jae yang menggunakan pissau bedah tanpa seijin wali dan Dokter Kwak yang membahayakan nyawa pasien dengan ketidakmampuannya. Penanganan pasien di Rumah Sakit Kapal sangat beresiko. Dan diatas segalanya, terlepas dari keuangan pasien. Jika kalian tinggal di sebuah pulau, kalian bissa menjalani operasi secara gratis. Pengobatan Gartis juga banyak menimbulkan masalah.
Banyak orang kaya yang tinggal di kepulauan ini. orang kaya harus membayar perawatan mereka, bukankah begitu? Jika kita terus membiaya mereka, uang negera akan terbuang sia-sia. Seorang wartawan mengajukan pertanyaan “bagaimana anda akan meneyesaikan masalah dengan RS. Kapal?”
“pertama kami akan menghentikan RS. Kapal untuk beroperasi dan setelah mengkonfirmasi kalau layanan mereka yang tidak stabil dan operasinya bermasalah, kami akan mengusulkan  RS. Kapal harus dihentikan”

Eun Jae, perawat Pyo dan Pak Chu menyaksikan siaran tersebut di TV kapal. Perawat Pyo berkata “mereka akan menutup kapal kita? Akhirnya mereka melakukannya.

Joon Young dan Jae Geol juga melihat siaran tersebut, Joo Young bertanya “apa mereka akan menutup RS. Kapal?” Jae Geol tidak menjawabnya, dia hanya fokus melihat berita tersebut.

Para perawat Juga melihat siaran tersebut di ponselnya masing-masing. AH Rim berkata “lalu, apa itu berarti kita tidka bisa beroperasi lagi?” yang lainnya hanya terdiam dan tidak menjawab pertanyaan AH Rim, mereka terlihat tidak bersemangat setelah melihat siaran tersebut.


Perawat Pyo mengatakan kepada Eun Jae “bukannya kau tahu, jika Hyun ikut campur, situasinya akan semakin buru?
Eun Jae : tidakm aku tahu itu.
Perawat Pyo : lalu, kenapa kau tidak membujuknya?
Eun Jae : aku sudah mencobanya.
Perawat Pyo : tapi dia tidak mendengarkanmu?
Eun Jae mengangguk Ya, Perawat Pyo merasa kalau masalah ini membuatnya prustasi “kenapa dia bertindak begitu naif?” pak Chu mengatakan “dia tidak bertindak naif. Aku yakin, dia ingin bermain sesuai peraturan. Bukankah begitu Dokter Song?” Eun Jae tidak menjawabnya dan Perawat Pyo trelihat sangat kesal dengan tibdakan Hyun.

Eun Jae naik ke atas kapal untuk menenangkan pikirannya. Dia juga mengingat perbincangannya dengan Hyun kemarin, bahwa Hyun akan mengekspose kebenarannya. Eun Jae bertanya “kenapa?” Hyun mengatakan karena itu adalah aturannya.
Eun Jae : bukannya kau sadar dengan keadaan RS. Kapal saat ini? jika kau menjadi tersangka juga, pemerintah di Provinsi ini akan langsung menyerang RS. Kapal.
Hyun : aku tahu.
Eun Jae : tapi kau masih akan melakukannya? Apa kau akan bahagia jika RS. Kapal hilang?
Hyun : tentu saja tidak.
Eun Jae : lalu kenapa kau keras kepala?
Hyun : karena aku dokter. Tidak peduli seberapa buruk dan mendesak situasinya. Kita memiliki kewajiban untuk mengatakan yang sebenarnya kepada passien atau wali. Aku tidak bisa mengabaikan tugas itu. Kalau kita sudah kehilangan rasa hormat dari pasien dan walinya. Kita bukan lagi seorang dokter. (Eun Jae merenungi perkataan Hyun) aku juga ingin melindungi RS. Kapal, aku akan berjuang keras, tapi aku tidak akan melakukannay dengan cara mereka. Jika tujuan kita baik, cara kita untuk mencapainya juga harus dengan cara yang baik.
Eun Jae melihat Hyun dengan tatapan yang tajam.

Setelah Eun Jae mengingat semua apa yang dikatakan Hyun, tiba-tiba Pak Chu naik dan menghampirinya, dia berakata bahwa apa yang dilakukan Hyun itu benar, tapi itu membuatnya sedikit prustasi “aku juga khawatir tentang seberapa keras kita harus berjuang mulai sekarang. Ini lucu”.
Eun Jae : apanya?
Pak Chu : Dokter Song dan Dokter Kwak. Sepertinya peranmu sudah dinonaktifkan. Kau biasanya bersikeras bermain sesuai aturan dan orang yang fleksibel yang mencari cara lain itu. Dulu adalah Dokter Kwak.
Eun Jae : kau punya cara sendiri untuk meamarhi seseorang?
Pak Chu : aku tidak memarahimu.
Eun Jae : kenapa dokter menggunakan aturan itu sebagai alasan? Kau memarahiku, kan?
Pak Chu : tidak. Aku bilang kalaau aku menyadari bahwa kau telah tumbuh seperti RS. Kapal ini, makanya kau ingin melindunginya. Kau sangat ingin melindunginya, kan? Kalau orang sepertimu melanggar peraturan, kau pasti akan berpikir untuk mengambil semua kesalahan dan meninggalka kapal. Aku merasa tidak enak dan malu saat bersmaan.
Eun Jae : Tuan Chu...
Pak Chu : kau tahu, kita juga punya pemikiran yang sama. Kita tidak menghindari kotoran karena kita takut, tapi karena itu kotor jadi kita akan membiarkan dokter Song mengabil kesalahan dan mencoba mengatasi semua maslaah ini. tapi kita salah, jika kotoran itu kotor, kita harus membuangnya, kenapa kau menghindarinya.
Setiap Eun Jae ingin mengatakan sesuatu, Pak Chu selalu memotongnya dan tidak memberi Eun Jae kesempatan untuk berkata. Pak Chu meminta maaf kepada Eun Jae, dia bilang, seharusnya aku bisa membuatmu fokus pada pekerjaanmu sesuai peraturang yang ada, tapi manajetmu ini tidak memiliki kompetensi.
Eun Jae : itu tidak benar, jangan bilang begitu.
Pak Chu : belum terlambat, jadi ayo ikuti aturan mainnya.
Eun Jae : itu tidak akan mudah.
Pak Chu : kita akan menghadapi banyak kesulitan juga.
Eun Jae : masalah terbesar adalah tidak adanya perawatan medis. Sementara itu, disaat RS. Kapal sedang terpurul, apa yang akan dilakukan pasien dipulau seperti ini?
Mereka merenungi permasalah yang sedang mereka hadapi di RS. Kapal.

Ketu Doongsun menatakan “ketua tidak perlu khawatir jika tidak aka perawatan medis, dibandingkan dokter RS. Kapal tersebut. Para dokter RS. Geoje Jeil dan RS. Daehan Seol, mereka jauh lebih baik, bukankah begitu, Direkur Kim?”
Direktur Kim : tentu saja (dia hanya angguk-angguk saja dan tidak berani mengatakan hal yang lain).
Ketua DoongSu : dokter dari RS. Jeil dan Daehan, kita akan memilih dokter yang paling terampil untuk menangani pasien pulau ini dengan perawatan telemedicine (telemedicine: pemakaian telekomunikasi dan pelayanan medis jarak jauh) dan jika ada pasien darurat, kami akan menyediakan helikopter perusahaan kami. Kami akan mengirimnya dengan cepat, sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan.
Direktur RS Daehan : kamu pasti bisa diandalkan, pak.
Ketua Doongsu meminta direktur Kim untuk tersenym dengan tatapannya, direktur Kim terlihat murung dari tadi meski dia tersenyum tetap terlihat.

Hyun baru keluar dari Kantor polisi, Hyun melihat Eun jAe sedang menunggunya, dia hanya melihat dari kejauhan, dakhirnya Eun Jae melihat Hyun dan langssung menghampirinya “sudah selesai?”
Hyun ; kenapa kau jauh-jauh kemari? Apa kau khawatir denganku?
Eun Jae : tidak. Aku hanya ingin pergi ke suatu tempat bersama kamu.
Hyun : pergi ke suatu tempat? Kemana?
Eun Jae : kau akan tahu ketika sampai disana.
Hyun langsung memegang tangannya dan mengajak Eun Jae untuk pergi sekarang juga.

Eun Jae membawa Hyun pergi ke pasar untuk mencari ikan dan kerang-kerang segar. Setiba disana Hyun bertanya “apa ini tujuanmu?”
Eun Jae : aku bertanggung jawab atas belanjaan hari ini. kau kan tahu aku tidak punya mobil, jadi aku mengajakmu.
Hyun tersenyum dan mengikuti kemana Eun Jae melangkah.

Eun Jae mendatangi Euonni penjual ikan, dia kaget melihat Eun Jae kembali lagi kepasar dia bilang kepada Hyun bahwa hari ini mood istrimu lagi bagus. Hyun tersenyum dan memberitahu Eonni tersebut bahwa mereka belum menikah dan Eun Jae juga belum menjadi istrinya.
Eonni : lalu apa?
Eun Jae : apa yang baik hari ini?
Hyu : tidak ada daftar belanjaan?
Eun Jae : hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Eun Jae meminta Euonni untuk merekomendasikan makanan yang baik. Eonni mengatakan “tentu saja ada tiram. Tiram sedang musim sekarang. Ini lezat dan bagus untukmu juga” Eun Jae mengatakan orang di asramanya ada 10 orang.
Eonni : aku akan memberimu banyak.
Eun Jae : anggaran kami agak mepet.
Eonni : aku akan memberimu diskon juga.
Eun Jae berterima kasih dan memeluk Eonni itu. Eonni mengajak Eun Jae untuk menyicipi makanan yang lezat. Hyun memperhatikan Eun Jae yang terlihat sangat bahagia.

Sebelum Eun Jae mencicipi masakannya, Hyun langsung mengambil tusuk gigi dan memberikannya kepada Eun Jae. Eonni heran dan bertanya “apa yang sedang kalian lakukan?” Eun Jae mencoba mengambil makanannya dengan tusuk gigi, Eonni memarahinya kalau itu tidak akan berhasil. Hyun memintanya untuk memberikan makanan tersebut, Eonni pun menyuapi Hyun dan Hyun mengatakan kalau makanannya sangat lezat.
Eun Jae juga disuapi makanan oleh Eonni tersebut, Hyun tak henti meperhatikan Eun Jae yang sangat bahagia tidak seperti biasanya, dia terlihat seperti tidak memiliki beban dan masalah yang sedang ia hadapi.

Dalam perjalanan pulang, Eun Jae terlihat sedang merenungkan sesuatu, Hyun melihatnya dan bilang “kau banyak tersenyum tadi dan aku akhirnya kembali tenang”
Eun Jae : aku? Kapan? (Eun Jae kembali tersenyum)
Hyun : kenapa kita tidak keluiar sekalian, jika kita bisa bicara?
Sepertinya Eun Jae ingin mengatakan jawabannya.

Eun Jae dan Hyun datang ke sebuah tempat yang sangat indah, Eun Jae bertanya “apa yang ingin aku bicarakan?” Hyun mengtakan kalau dia ingin mengatakan hal yang sama kepada Eun Jae, (Eun Jae langsung menatapnya) kau mengatakan ini kepadaku terakhir kali “apa kau tertawa karena lucu? Atau kau tertawa karena situasinya terlalu sulit untuk dihadapi?” begitualh caramu beringkah hari ini, apa kau meniruku?
Eun Jae : terlihat jelas?
Hyun mengangguk Ya. Eun Jae terdiam sejenak dan mengatakan “aku tidak pernah memiliki keinginan untuk berhubungan dengan manusia, aku tidak pernah melakukan kontak mata lebih dari tiga detik, aku tidak pernah mengingat nama paisenku. Aku juga tidak pernah memiliki rekan yang baik dan sahabat (Hyun melihatnya) apa kau tahu? Jika kau tidak memiliki harapan, kau juga tidak akan takut.
Hyun : karena tidak ada ruginya. Tapi sekarang berbeda, kan?
Eun Jae : aku berpikir begitu. Bagaimana kalau RS. Kapal tidak bisa terus beroperasi seperti ini? lalu apa yang akan terjadi pada keluarag RS. Kapal-ku? Apa yang akan terjadi pada pasien? Aku sangat khawatir dan takut. Aku mencoba menyingkirkan perasaan itu. Dengan menirumu sebaik mungkin dan tersenyum secerah mungkin. Tapi, aku rasa ini tidak efektif bagiku.

Hyun tak henti menatap Eun Jae, dan akhirnya dia memeluk Eun Jae dari belakang, dia mencoba menenangkan Eun Jae dan berkata “itu juga tidak efektif bagiku, tapi karena kau melihat kesedihan dibalik tawaku, itulah sebabnya kenyamananmu efektif. Aku lega.... aku senang bisa melihat kesedihanmu juga. Tapi jangan lakukan itu lagi. Jika kau takut, katakan bahwa kau takut. Jika keadaan sulit, mintalah bantuanku. Dan jika ada yang menyedihkan, menangislah dengan mudah”
“aku mengetahuinya hari ini. tapi aku mungkin tida menegtahuinya lain kali”
Hyun memutar Eun Jae dan mereka saling berhadapan, Hyun meminta Eun Jae untuk mengatakan semuanya dan jangan mencoba menanggung semuanya sendirian. Itu tidak masalah bagiku. Itu juga kebiasaan burukmu. Berkanjilah padaku kau bisa melakukannya, kan? Eun Jae mengangguk Ya. Dan akhirnya mereka berpelukan dengan penuh kasih.

Hyun dan Eun Jae kembali menikmati senja. Hyun melihat Eun jAe dan hari ini mereka terlihat sangat bahagia, seperti tidak ada beban yang mereka pikul.