Advertisement
Advertisement
Episode 33 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Eun Jae sedang berjalan menuju RS. Geoje Jeil, dia melihat direktur dan dokter lainnya ada di depan pintu utama RS. Dia terlihat heran dan bertanya-tanya.
Eun Jae semakin heran ketika rombongan mobil mewah berhenti di depan RS. Geoje Jeil. Eun Jae melihat direktur memperkenalkan diri kepada orang yang turun dari mobil tersebut, dia juga merasa senang didatangi orang tersebut. Orang itu mengatakan, bahwa dia merasa senang telah bertemu dengan direktur Kim Su Won.
Orang itu mengatakan, bahwa tim RS. Geoje Jeil terlalu berelebihan dengan menyambut kedatangannya. Direktur tidak masalah dengan semua itu. Sebelum masuk. Orang tersebut ingin bertemu seseorang. Direktur bertanya “orang yang ingin kau lihat? Siapa maksudmu?”

Orag tersebut pun langsung melihat ke arah Eun Jae berjalan menghampirinya, direktur dan yang lainnya terlihat kaget, orang itu mengatakan kepada Eun Jae “Sudah lama kita tak bertemu Dokter Song Eun Jae” mereka pun berjabat tangan.
“pasti sulit bagi seseorang yang bekerja kompeten seperti dirimu bekerja di tempat seperti ini”
Eun Jae : tidak, itu bukan masalah. Ssaya bersyukur bisa bekerja disini.
Direktur tersenyum mendengar perkataan Eun Jae. Orang itu sepertinya sudah mengenali Eun Jae dan merasak kalau Eun Jae masih tetap rendah hati.
Eun Jae : terima kasih, saya merasa tersanjung dengan pujian kamu pak.
“bagaimanapun, Doosung Group akan bekerja sama dengan rumah sakit ini. mari kita lihat bagaimana kita bisa memperbaiki tempat ini”
Sebelum masuk, orang itu pamitan kepada Eun Jae dan memastikan akan bertemu dengannya lagi. Setelah mereka masuk, Eun Jae terlihat bingung dan masih tidak menegrti dengan apa yang diktatakannya tadi.

RS. Doosung dan RS. Geoje Jeil sedang menandatangi kesepakatan kerja sama, upacara penandatangi MOU tersebut diikuti banyak pihak dan media.

Eun Jae bertanya kepada dr. Kang “apa mereka akan mendirikan yayasan medis nirlaba? (nirlaba: organisasi non profit, yang bertujuan untuk mendukung suatu perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil)” dokter Kang mengangguk “Ya”.
Eun Jae : Doosung Group dan RS kita akan mengerjakannya bersama?
Dr. Kang : benar, kita juga akan membangun sebuah kemitraan dengan RS Daehan Seol.
Eun Jae : kenapa direktur memutuskan untuk melakukan ini dengan tiba-tiba.
Dr. kang : ini tidak tiba-tiba. Dia sudha mencari rekannya sejak lama.
Eun Jae : apa alasannya?
Dr. kang : apa yang kau pikirkan?
Eun Jae : apa itu yang kau pikirkan?
Sepertinya mereka sudah tahu apa alasan direktur membuat kesepakatan kerjasama dengan Doosung Group dan RS Daeha Seol.
Eun JAE : apa RS kelhilangan uang sebanyak itu?
Dr. kang : penyebab terbesarnya adalah UGD. Aku mengkhususkan diri pada pemgobatan darurat. Tapi aku bahkan menyarankan agar kita menutup UGD sebelum kita bangkrut. Jika kita terus melakukan UGD terbuka, RS akan mengalami banyak defisit (kekurangan kas).
Eun JAE : tapi jika kita menutupnya...
Dr. kang : pasien akan meninggal di jalanan.
Eun Jae : jika mereka mendirikan yayasan, akankah mereka menghindari defisit?
Dr. kang : Ya itu mungkin saja.
Eun Jae bertanya, apa kesepakatan mereka dan apa yang diinginkan Doosung Group dari semua ini. dr. kang mengatakan, bahwa ini adalah sebuah yayasan nirlaba.
Eun Jae : RS. Daehan Seol juga merupakan lembaga nirlaba, tapi mereka juga mencoba sangat sulit menghasilkan keuntungan, kau tahu akan hal itu juga, kan? Doosung Group adalah konglomerat. Apa masuk akal kalau ketua perusahaan semacam itu jauh-jauh kesini tanpa hasil?
Dr. kang : mungki dia melakukannya untuk melayani masyarakat.
Eun Jae : kau ternyata lebih naif dari yang kuduga.
Dr. kang : dan kau lebih positif dari yang kuduga.
Eun JAE terlihat masih bingung dengan kesepakatan tersebut. Dr. kang heran kalau Eun Jae berpikiran seperti itu.

Ketua Doosung Group melihat kolam di teras apartemen yanga akan dia tempati selama berjalannya kerjasama bersama Geoje Jeil. Dia melihat pelampung di ujung kolam renang, dia langsung berjalan dan mengambil pelampung tersebut. Dia marah kepada pengawalnya “apa kau memesan tepat ini untuk aku tinggal?”
Pengawal pun langsung minta maaf dan akan mencarikan tempat yang lebih baik lagi, ketua semakin marah dan berkata “masalahnya adalah tempat ini terlalu bagus!!!” Pak Oh mengikuti ketua dan terus berkata maaf.
Ketua : Pak Oh, apa kau pikir aku disini untuk menikmati spa? Dan membuang-buang waktuku? (dia memukul pak Oh dengan pelampung) TEMUKAN TEMPAT LAIN SEKARANG!!!
Pak Oh dan yang lainnya langsung berlarian untuk mencari tempat sesuai yang ketua inginkan. Ketua melemparkan pelampung tersebut dengan penuh emosi.

Hujan sangat deras, ketua sedang asyik membaca koran di teras penginapannya, Pak Oh dan pengawal lainnya berjejer di depannya dengan memegang payung. Kemudian seseorang datang dan ketua mengatakan “bisakah kau bergerak lebih cepat?”
“saya minta maaf”
Ketua : bagaimana kabarnya?
“Direktur Utama Jang Sung Oh sudah mengakhiri wawancara, artikel itu baru saja dirilis”
Ketua memintanya untuk memperlihatkan artikel tersebut. Ketua pun membaca artikel tersebut dengan tema “pelayanan medis jarak jauh, kombisanasi antara It dan obat-obatan”. Ketua berakata “lihatlah senyum di wajahnya, kenapa dia menyeringai seperti orang bodoh?”
Ketua marah-marah lagi dan meminta pengawalnya untuk bekerja dengan benar “ini adalah medan perang. Ini adalah masalah hidup atau mati, kita harus terus maju. Urus semua layanan medis jarak jauh itu sebelum pemilihan presiden berikutnya. Kesepakatan ini harus berhasil. Jika seseorang berpikir pemerintah harus menjaga kesehatan warga atas nama kesejahteraan masyarakat dan menjadi presiden berikutnya. Maka kita tidak dapat memulai bisnis ini untuk perawatan kesehatan”
Kemudian ketua memanggil direktur Pak dan bertanya “berapa banyak pasien diabetes yang ada di korea?” dia mengatakan “Ada 7jt pasien”
Ketua : benar, ada tujuh juta pasien. Jika kesepakatan pada layanan medis jarak jauh berhasil, dan kita bisa menjual satu alat pengukur kadar gula darah untuk mereka. Setidaknya kita akan mengahislkan tiga miliar dollar. Bisnis kita di bidang kesehatan akan menjadi angsa emas. Ini akan menjadi mesin utama. Pertumbuhan untuk Doosung Group di generasi berikutnya.
Petugas yang lainnya mengerti dengan apa yang diktakan ketua barusan, ketua terlihat sedang memikirkan sesuatu.

Eun Jae sedang membaca artikel tentang pelayanan medis jarak jauh. Dia merasa kalau Doosung menginginkan pelayanan medis jarah jauh dari Geoje Jeil, dia juga beranggapan aklau direktur tidak akan menyetujui hal ini.

Ketua Doongsung Group sedang asyik memancing di sebuah danau. Pengawalnya bertanya-tanya “apa yang akan kita lakukan?” pengawal lain memintanya untuk menghampiri ketua dan dia pun bertanya kepada ketua “apa yang akan kamu lakukan dengan RS. Kapal? Saya merasa kita harus menghapus pengganggu sebelum memulai bisnis kita di layanan medis jarak jauh”.
Ketua mengatakan, kalau mereka melakukan pekerjaan dengan sangat baik untuk merawat pasien mereka sendiri “aku tidak bisa mengubahnya menjadi logam bekas dalam semalam”
Direktur park : apa kamu akan melakukannya?
Ketua : apa kau bodoh seperti ikan? Aku telah menempatkan umpan disana sini, setidaknya ada satu untuk mengambil umpan.

Eun Jae sedang berjalan di lobi RS, tiba-tiba ada pemberitrahuan code blue di NICU (Unit Perawatn Itensif Neonata) Eun Jae langsung berlari menuju ruangan tersebut, dia menanyakan kondisi bayi, dokter yang sedang melakukan tindakan mengatakan bahwa ini bayi Nyonya Hwang In Kyung yang dipindahkan dari RS. Kapal.
Eun Jae langsung melihat rekam medis bayi tersebut dan berkata “kegagalan bernafas?”
“Ya dia juga demam tinggi”
Eun Jae : apa penyebabnya?
“sulit untuk meletakkan jari di atasnya”
Eun Jae melihat monitor pernafasan dan detak jantung bayi, dia terlihat bingung dan tidak tahu harus berbuat apa sekarang.

Direktur Park menerima tetelpon dari seseorang dan memberitahukannya kepada ketua, sebelum dia berkata kepada ketua, ketua langsung bertanya “apa seseorang ada yang mengambil umpan?”
Direktur park mengatakan, kalau kita mungkin bisa menyelesaikan masalah tanpa terlibat. Ketua hanya tersenyum dan tak berkata apa-apa lagi.

Eun Jae dan Hyun sedang jalan-jalan malam di taman. Kaki Eun Jae terlihat pegal dan tiba-tiba Eun Jae merasa kesakitan dengan kakinya, Hyun langsung panik “apa yang salah? Apa kakimu sakit?”. Eun Jae bilang kepada Hyun, apa dia sering merasakannya akhir-akhir ini, ini sakit sekali.
Hyun memaksa Eun Jae untuk duduk dan langsung meregangkan otot kaki Eun Jae, Eun Jae diam saja dan fokus melihat Hyun yang sedang mengobati kakinya.
Hyun : aku tidak berpikir kalau itu tulangnya.
Eun Jae : tentu saja tidak.
Hyun : apa sakit otot? Kau selalu berdiri di atas kapal dan UGD, tidak heran kalau ini rasanya sangat sakit. Jangan lari untuk sementara waktu, aku akan memebrimu kompres panas.
Eun Jae : aku tidak membutuhkannya.
Hyun gereget dengan sikpa keras kepala Eun Jae, dia meminta Eun Jae untuk melakukan apa yang dia katakan, karena sakit otot harus segera diatasi. Eun Jae pun melihat Hyun dengan penuh perasaan, Hyun heran dan bertanya “apa yang kalu lihat?”
Eun Jae : kau terlalu banyak bicara, sudah seperti ibuku saja.
Hyun tertawa dan Eun Jae pun mengajaknya untuk segerap pergi ke asrama. Ketika Eun Jae mulai berjalan, Hyun masih memperhatikannya dari belakang.

Hyun dan Eun Jae tiba di asrama, Hyun memperhatikan helaian nafas Eun Jae sepanjang perjalanan pulang ke asarama, dia mengatakan “33x. Berapa kali kau akan menghela naafas seperti itu” Eun Jae mengambil air minum dan Hyun bertanya “apa ada masalah?” Eun Jae pun mengatakan bahwa bayi Nyonya Hwang In Kyung bermasalah. Hyun kaget dan langsung menanyakan kondisi bayi itu. Disisi lain ibu pasien sedang menangisi bayinya.

Eun Jae mengatakan kepada Hyun bahwa bayinya mengalami gagal pernafasan. Hyun berkata “apa yang menjadi penyebabnya? Aku yakin kita mengisap saluran nafasnya dengan benar. Apa kau pikir itu yang menjajdi masalahnya?”.
Eun Jae : ketika kita memindahkannya, tidak ada demam dan vitalnya juga baik.
Hyun : itu memang benar.
Eun Jae : fakta bahwa dia prematur dan kurang dari 2kg, bisa jadi itu alasan terbesarnya. Aku memasukkan tanganku ke inkubator karena aku ingin memegang tangannya untuk memberitahu agar dia bisa lebih kuat, dan dia memegang jariku begitu erat (mengingat kembali saat dia memegang tangan bayi tersebut).
Hyun : bayi itu berusaha untuk melawan.
Eun Jae : itu membuatku menjadi pesimis lagi. Bayi mungil itu berusaha dan terus berjuang untuk tetap hidup, tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantunya sebagai dokter, aku merasa menyedihkan, aku tida tahan.

Ibu dan nenek bayi baru keluar daru ruangan bayi dalam keadaan menangis, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan bertanya “apa kau Nyonya Hwang in Kyung?” dia langsung berbalikn dan mengatakan bahwa iya benar.
Orang itu mempertanyakan bayinya, Nyonya Hwang in pun menanyakan identitasnya. Dia langsung menunjukkan kartu namanya dan memberitahu bahwa dia seorang pengacara.
Nyonya : kau seorang pengacara? Kenapa kau disini?
Pengacara : kau menjalani operasi caesar di Rumah Sakit kapal? Dan dilakukan oleh dokter bedah umum bukan OBGYN?
Nyonya : Ya, itu benar.
Pengacara : aku pikir bencana ini adalah alasan bayimu menderita dan apa yang kau pikirkan?
Mereka terlihat kaget dan memikirkan sesuatu.