Advertisement
Advertisement
Episode 32 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Eun Jae dan yang lainnya sedang membantu proses kelahiran pasien, Eun Jae mengatakan “ini  prolaps tali pusar (prolaps: kondisinya melorot atau berbuah dari posisi yang seharusnya) tali pusar turun sebelum banyi” Hyun kaget “apa?”
Pasien sangat kahwati dengan kondisi bayinya “ada apa dengan bayiku?” Eun Jae pun mengatakan kepadanya “tali pusarmu sudah keluar, dalam situasi seperti ini, bayimu akan berada dalam bahaya. Aku akan mendorong kepala bayi ke atas. Untuk mengurangi kompresi tali pusar, ini akan sangat menyakitkan (kompresi: dalam kondisi ini terjadi lilitan tali pusar)”
Eun Jae pun memberi kode kepada Hyun untuk mulai melakukan pendorongan terhadap bayi, Hyun menenangkan paisen agar tetap tenang. Eun Jae pun mulai melakukan tindakan, pasien terlihat sangat kesakitan.

Wali pasien semakin histeris dengan tangisannya setelah mendengar jeritan pasien, perawat Pyo dan perawat lain berusaha menangkannya. Wali pasien mengatakan bahwa jangka waktu kelahirannya masih satu bulan lagi, dia khawatir takut terjadi sesuatu dengan pasien dan bayinya.
Perawat Pyo mengatakan “ini akan baik-baik saja jika kita memindahkan putrimu ke RS dengan aman”. Wali pasien terus menangis, perawat tak terus menenangkannya dan memberinya air minu.

Eun Jae masih berusaha membantu prosese kelahiran pasien, disisi lain Hyun sedang menelpon penjaga pantai untuk segera datang karena ada pasie darurat. Mereka tidak bisa datang sekarang karena kabut yang tebal tidak bisa dilewati. Hyun bertanya “apa ada cara lain untuk datang kemari?”
Penjaga pantai : kabut lebih berbahaya dari angin kencang untuk menerbangkan helikopter.
Hyun pun menutup panggilan tersebut. Dia mengatakan bahwa penjaga pantai tidak bisa datang karena kabut lautnya sangat tebal, dan bahkan mereka tidak bisa mengirim kapal atau helikopter. Kemudian Eun Jae menyuruh AH Rim untuk memanggil perawat Pyo.
Di dalam tinggal Hyun dan Eun Jae, mereka terus berusaha menyelamatkan pasien dan bayinya.

Ketika perawat Pyo sedang menenangkan wali pasien, Ah Rim datang memangglinya dan mengatakan bahwa di dalam membutuhkan perawat Pyo. Sebelum masuk ke ruangan, Perawat Pyo meminta wali pasien untuk tida khawatir “aku akan pergi dan melihat apa yang terjadi. Kemudian perawat Pyo meminta perawat Joo untuk menggantikannya menenangkan wali pasien. Dan dia pun pergi.

Perawat yang di dalam ruangan Joon Young terlihat sangat khawatir dan bertanya “suara apa itu?” Joon Young pun memberitahunya bahwa itu suara seorang wanita yang sedang melahirkan. Tiba-tiba Jae Geol masuk dan mengagetkan mereka yang sedang tegang.
Joon Young : tidakkah kau tahu bagaimana caranya mengetuk pintu?
Jae Geol : kenapa kau begitu takut? Apa kau takut mereka akan memintamu untuk menangkap bayi itu?
Joon Young : apa dia akan melahirkan bayinya disini?
Jae Geol : mungkin harus, jika tali pusarnya tidak bisa diatasi.
Suasana semakin menegangkan. Joon Young dengan khawatir bertanya “apa kita membiarkan orang melahrikan bayinya di kapal sekareang?”


Akhirnya perawat Pyo datang dan bertanya “tali pusar yang prolaps?” Hyun mengatakan kepada perawat Pyo bahwa pasien harus melakukan operasi.
Perawat Pyo : kau adalah dokter penyakit dalam dan kau (Eun Jae) dokter ahli bedah, apa kalian punya pengalaman membantu proses kelahiran?
Eun Jae : aku hanya melihatnya sebagai anak magang dan aku tidak pernah melakukannya sendiri (pasien terus menjerit) ini serius, tapi kita perlu meluangkan waktu. Kita butuh waktu untuk memutuskan apa yang terbaik untuk pasien dan bayinya.
Perawat Pyo hanya mengangguk-angguk saja. Eun Jae baru ingat kalau perawat Pyo sudah berpengalaman selama 3th di Ruang Operasi Obgyn. (Obgyn: spesial medis yang berhubungan dengan kebidanan dan ginekologi) “kau harus tahu apa ayang harus kau lakukan”
Perawat Pyo : tentu saja.
Dia langsung mengambil sarung tangannya dan membantu proses kelahiran.

Hyun dan Eun Jae keluar dari ruang operasi, Eun Jae bertanya kepada Hyun “apa kau pernah ikut membantu melahirkan?”
Hyun : dua kali hanya saat magang.
Eun Jae : aku tidak melakukannya, karena aku akan memutuskan untuk melakukan operasi sejak dini. Tur lapangan hanya formalitsa saja.
Hyun : tetap saja, kau tahu akan hal itu.
Eun Jae : ini sangat gila. Aku hanya tahu, apa yang aku ajarkan di sekolah kedokteran dan hanya sekedar tahu.
Hyun : bayi itu harus di keluarkan. Jika kita menunggu terlalu lama, itu akan membuatnya kehabisan oksigen.
Eun Jae : dan mati.
Hyun : kita bisa mencegahnya, mari berpegang pada manual. Jika perlu, kita akan menghubungi spesialis RS Jeil.
Eun Jae : kita harus berbicara dengan ibu pasien terlebih dahulu.
Hyun mengangguk Ya dan kembali ke ruang operasi untuk mempersiapkan pasien. Eun Jae masih memikirkan apa yang harus  dilakukannya sekarang.

Eun Jae memberitahu ibu pasien, bahwa putrinya harus di operasi untuk mengeluarkan bayinya dengan selamat.
Ibu pasien : apa itu harus?
Eun Jae : saya minta maaf, tapi itu memang harus dilakukan.
Ibu pasien : tidak bisakah kita melakukannya di darat?
Eun Jae : aku berharap bisa membawanya ke darat, tapi keadaannya yang tidak bisa membantu, penjaga pantai tidak bisa datang saat kabut tebal. Bahkan jika mereka bisa, putri kamu mungkin tida bisa pergi.
Ibu pasien : apa itu serius?
Eun Jae : atli pusarnya terlepas.
Ibu pasien : apa itu artinya?
Eun Jae : jika suplai oksigen bayi terputus, skenario terburuknya adalah kelahiran mati.
Ibu pasien : apa? Kelahiran mati? Apa yang kau katakan? (Dia kembali menangis dan menegangkan) pergilah dan lakukan operasi sekarang juga.
Eun Jae mengatakan masalahnya kepada wali, karena dia dokter bedah, bukan spesial Obygn, dia juga belum pernah melakukan operasi Caesar sebelumnya, bahkan sekalipun.
Ibu pasien : ini pertama kalinya?
Eun Jae : apa kau masih mempercayakanku atas keselamatan putri kamu? (wali pasien terlihat bingung) aku tidak bisa mengoperasi pasien tanpa seizin kamu.
Ibu itu meminta saran kepada perawat Joo. Perawat Jo mengatakan “kenapa bertanya keapdaku? Bayi itu mungkin akan mati, biarkan dokter melakukannya” Eun Jae menyuruh perawat Joo untuk menjauh dari wali dan tidak mengatkan apapun apdanya “kau seharusnya tidak memberikan pendapatmu. Wali harus mengambil keputusan denagn hat-hati” Perawat Pyo pun mengerti dan diam.
Wali pasien : apa yang harus aku lakukan?
Eun Jae : apa yang akan kau lakukan? Maukah aku membiarkan aku melakukan operasinya?
Akhrinya ibu pasien menyetujuinya, dan meminta Eun Jae untuk menyelamatkan putri dan cucunya. Eun Jae terharu, kemudian dia memegang pundak ibu tersebut dan mengatakan bahwa dia akan melakukan yang terbaik untuk putri dan cucunya. Setelah itu Eun Jae meminta perawat Joo untuk menemani wali pasien.

Hyun masuk ke ruangan Joon Young dengan wajah tegangnya. Kemudian dia meminta Joon Young untuk memantau pasiennya dan menunjuk perawat Yang “kau adalah perawat yang kompeten, ayo kita membantu pasien” perawat Yang langsung bersiap. Joon Young terlihat ragu-ragu.
Joon Young : apa aku harus membantu saat ini? aku sedikit takut.
Hyun : Hei.
Kemudian Jae Geol memaksanya untuk pergi membantu pasien, sambil menendang-nendang meja Joon Young, dan akhirnya Joon Young bersedia, dia langsung berlari untuk bersiap.

Saat Hyun akan pergi, Jae geol meamanggilnya “Dokter Kawak, benarkan dia sudah di minggu ke 36”
Hyun : Ya, kenapa?
Jae Heol : mulailah semuanya, aku akan membantu sisanya dari sini.
Hyun pun kembali ke ruanga operasinya dan Jae Geol terlihat sedang memikirkan sesuatu.

DI Ruang operasi semuanya sudah siap dan menunggu Eun Jae sedang memakai sarung tangannya. Perawat Pyo terlihat sangat tegang, bahkan sebelum operasinya dimulai dis duah mengeluarkan banyak keringat.

Perawat Yang memberitahu Eun Jae bahwa dokter Kang dari RS Jeil memanggilnya. Eun Jae memintanya untuk mengangkat panggilan tersebut dan menyalakan speakernya.
Dokter Kang : dokter Song ini aku, tidak ada dokter Obygn yang tersedia, mereka semua sibuk, aku akan mendapatkan seseorang di telpon sesegera mungkin, jadi mulailah opearsinya dulu.
Eun Jae terus menatap Hyun, Hyun pun meberikan kode Ya untuk segela melakukan operasi.

Eun Jae mulai melakukan operasinya. Hyun meminta untuk memotong dari bawah pusar ke pubis (pubis: area sekita Miss V “daerah berbulu”). Eun Jae paham dan mulai membedah perut pasien.

Jae Geol terlihat kebingan dan mencari inkubator (inkubator: alat pemanas dengan aliran listrik pada suhu tertentu, yang dipakai untuk menghangatkan bayi yang lahir prematur) dia mengumpulkan alat untuk dijadikan sebagi penghangat bayi.
Kemudian dia melihat sebuah lemari dan mengambil ransel yang ada disana. Dia mengeluarkan jaket tebalnya dan berkata “aku baru saja mencuci ini setelah satu tahu. Dedek... kau membuatku mencucinya untuk menyelamatkan hidupumu” Jae Geol mulai memotong lengan jaketnya.

Tiba-tiba perawat datang dan melihat apa yang sedang Jae geol lakukan dengan jaketnya, perawat Joo bertanya “apa ini semua? Kenapa semuanya terentang? Kenapa kau memotong pakaianmu?” kemudian Jae Geol memintanya untuk membawakan kantong dan benang jahit.
Perawat Joo : untuk apa? Apa kau akan mengoperasi juga?
Jae Geol : mungkinkah aku melakukannya?
Perawat Joo : lalu kenapa kau membutuhkan kantong dan benang jahit?
Jae Geol : mamanya sudah 36 minggu memasuki kehamilannya, kemungkinana besar bayinya prematur, lalu dimana kita akan meletakkan bayinya?
Perawat Joo : aku tida tahu, aku tidak berpikir sejauh itu, dimana kita akan meletakkan bayinya?
Jae Geol : inkubator.
Perawat Joo : kita kan tiak memilikina.
Jae Geol : aku membuatnya satu.
Perawat Joo : kamu membuat inkubator dengan ini? (menunjuk jaketnya).
Jae Geol : Ya, ambil apapun yang ku minta barusan.
Perawat Joo masih tak habiss pikir dengan yang di Jae Geol.

Operasi masih berjalan, mereka terlihat tenang melakukan operasinya, Eun Jae mengtakan “aku memotong peritoneum” (Peritoneum: rongga perut yang dikelilingi oleh membran pelindung). Eun Jae meminta Hyun untuk mendorong kantung kemih ke bawah, Hyun pun melakukannya.
Hyun : disana. Apa kau melihat rahimnya? (Eun Jae mengangguk Ya) buatlah potongan horizontal dan ambil bayinya keluar.
Eun Jae melakukan apa yang Hyun katakan, Hyun mengatakan lagi “letakkan tanganmu dan ambil bayinya” Joon Young terlihat sangat ketakut dan tak berani melihat Eun Jae yang berusaha mengambil bayinya keluar.
Eun Jae mulai merasakan adanya bayi, perawat Pyo langsung mendekati Hyun, dan akhirnya bayi berhasil dikeluarkan. Semua yang ada di ruang operasi tertuju kepada bayi tersebut.

Di ruang tunggu, ibu paisen terlihat sangat khawatir menunggu operasinya selesai. Saat perawat Pyo datang, dia langsung bertanya “apa yang terjadi? Apa bayinya sudah keluar?” perawta Pyo memberitahu bahwa bayinya sudah keluar dan dia bayinya perempuan yang cantik.
Ibu pasein : kenapa kau tidak mendengarnya menangis?
Perawat Pyo : itu karena....
Ibu pasien kembali terlihat kahwatir.

Hyun sedang menyedot zat di jalan pernafasan bayi, itu akan membersihkan saluran udara dan akhirnya bayi menagis.

Ibu oasien terlihat sangat gembira mendengar tasngisan cucunya. Perawat Pyo mengatakan “dia sedang menangis, itu berarti cucu kamu bisa bernafas sendiri”
Ibu pasien : apa itu berarti semuanya baik-baik saja?
Perawat Pyo : kita tidak bisa santai dulu. Bayi itu lahir lebih awal. Bahkan beratnya tidak sampai 2kg.

Tiba-tiba Jae Geol datang dan mengatakan “kau membutuhkan inkubator seperti ini?” sambil menunjukan inkubator buatannya. Perawat Pyo terkejut dengan apa yang dia bawa untuk bayi tersebut.

Pasin masih belum sadarkan diri. Jae Geol sedang menyiapka inkubator untuk bayi dan bilang “dia lemah, tapi dia bisa betnafas sendiri, peran inkubator yang paling penting adalah untuk membuatnya tetap hangat. Jika kita membungkusnya dengan baik menggunakan ini, itu akan membantu membuatnya tetap hangat”
Mereka memeperhatika Jae Geol yang sedang menyiapkan inkubatornya. Kemudian Jae Geol mengambil bayi dari tangan Ah Rim dan menyimpannya di inkubator buatannya.
Eun Jae : dokter Kim, kau yang membuat ini sendiri?
Perawat Joo : dia yang melakukannya sendiri, kupikir dia adalah MacGyver.
Hyun : kau mencetak gol.
Jae Geol : ini bukan apa-apa.
Jae Geol memanggil perawat Joo untuk meberikan sebuah selang oksigen dan mengalungkannya di tass inkubator. Dia berkata “dia bisa bernafas, tapi jika kita memberinya pasokan oksigen, itu akan membantu, kan?
Hyun : darimana kau menemukannya?
Jae Geol : perawat Joo yang menemukannya.
Perawat Joo : ini tidak sesulit itu. Ini adalah salah satu bayi yang beruntung, kami kebetulan mempunyai sampel.
Mereka terlihat sangat bahagia melihat bayinya selamat. Namun Ah Rim heran karena tidak melihat Joon Young di ruangannya, dia pun bertenya kepada perawat lainnya, namun perawat itu juga tidak mengetahuinya.

AH Rim naik ke atas kapal dengan memabawa dua kaleng minuman, dia melihat Joo Young sedang menyendiri.

AH Rim memanggil Joon Young dan menghamprinya, dia memberikan minuman itu kepadanya, kaabut disana sangat bagus. Ah Rim bertanya “kenapa kau disini? Apa yang sedang kau lakukan?” AH Rim kaget melihatnya menangis lagi.
Joon Young : aku tidka bisa melihat calon istriku melahirkan (AH Rim hanya tersenyum) seharusnya aku memberitahunya untuk tidak mempunyai anak (dia terus menangis)
AH Rim : kau bereaksi berlebihan, sampai orang akan mengira kau mengidap penyakit kronis. Kenapa kamu khawatir tentang seorang istri, kau bahkan tidak punya pacar.
Kemudian Ah Rim membukakan minuman untuknya  dan memintanya untuk bersulang, Joon Young bertanya “untuk apa?”
AH Rim : untuk istri masa depanmu yang sangat berani.
Joon Young : bagaimana kau bisa tahu kalau calon istriku akan berani.
Ah Rim : wanita yang berani seperti itu... (AH Rim sepertinya menyukai Joon Young) mereka tertarik pada pria yang membutuhkan perlindungan.
Joon Young berhenti menangis dan bilang “sungguh?” AH Rim mengatakan “ya” dan memintanya untuk berhenti menangis dan minum bersama. Mereka akhirnya bersulang dan terlihat sangat bahagia.

5 komentar

Again......again...again...

Lanjutkan 💪💪💓💓