Advertisement
Advertisement
Episode 31 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Hyun sedang berlatih manarik nafas dalam-dalam, ibu Hyun ada disana, ibu Hyun merasa tidak tega melihat Hyun berusaha keras latihan untuk memulihakan kondisinya dan bilang “jangan terlalu berusaha keras, kau bisa melakuka hal-hal yang mudah” Hyun mengerti, tapi dia terus berusaha. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, dan ternyata itu dokter Kang.
Ibu Hyun langsung berdiri menyapanya, dokter mengatakan kepada ibu Hyun “ini passti sulit bagimu nyonya” ibu Hyun hanya tersenyum dan kemudian ibu Hyun mohon pamit untuk mengambilkan minum.

Dokter Kang mengatakan kepada Hyun, bahwa ibunya sangat cantik.
Dokter Kang : kau melakukan yang terbaik.
Hyun : aku ingin segera kembali.
Dokter Kang : kenapa? Apa yang ingin kau lakukan? Merawat pasien?
Hyun mengatakan bahwa dirinya adalah satu-satunya dokter dalam di rumah sakit kapal, dia ingin segera kembali merawat pasien dan bekerja sama dengan tim-nya.
Dokter Kang : ya ampun. Kalian semua sama, kalian sangat gila kerja (mensterilkan tangannya) biarkan aku melihat lukamu sekarang.
Hyun Kang : dokter Oh memeriksaku lebih awal.
Dokter Kang : apa dia bilang itu sudah mulai membaik?
Hyun : tentu saja.
Dokter Kang : aku yakin, dia memang sedang mempertimbangkan operasi yang kau lakukan, apa dia memeriksa lukamu? Apa dia menjahitnya dengan baik?
Hyun : tidak, itu ceroboh dan bengkok. Kenapa aku tidak melihat dokter Song? Dia adalah ahli bedahku. Bukankah seharusya dia ada disini? Kenapa dia terus mengirim dokter Oh sebagai gantinya?
Dokter Kang : siapa bilang dokter oh pengganti? Dokter Song menyerahkan kasusmu kepada Dokter Oh.
Hyun : kenapa?
Dokter Kang : aku tidak yakin, tapi dia bilang, dia sedang sibuk.
Hyun : apa dia terlalu sibuk bekerja di UGD.
Dokter Kang : tidak, dia masih bekerja di UGD.
Hyun : dia masih bekerja di UGD, tapi dia bvelum datang menemuiku?
Dokter Kang : dia tidak datang untuk melihatmu sama sekali?
Hyun : tidak.
Dokter Kang : kurasa dia sangat marah padamu.
Hyun : kenapa marah?
Dokter Kang : Jae Geol bilang, dokter Song bahkan tidak menganggapmu sebagai reka kerjanya lagi. Apa kau melakukan sesuatu yang membuatnya marah?
Hyun tidak menjawabnya dan melanjutkan kembali latihannya. Dokter Kang bilang, “jika tidak, kenapa dia tidak datang menemuimu? Pikirkan apa yang mungkin telah kau lakukan padanya” setelah selesai bicara, Dokter Kang langsung pamit pergi. Hyun bingung dan masih memikrkan perkataan Dokter Kang.

Hyun jalan-jalan di lorong rumah sakit, kemudian dia berhenti di depan jendela dan menikmati pemdangan luar yang sangat indah.

Hyun menelpon tempat rehabilitasi ayahnya. Petugas mengatakan, bahwa dia terkejut mendapat panggilan sangat cepat darinya bahkan Hyun mengalami luka parah. Hyun mengatakan bahwa dirinya sudah mulai membaik. Kemudian Hyun menanyakan keadaan ayahnya.
Petugas meminta Hyun untuk tidak khawatir karena ada orang lain yang merawatnya dengan baik. Hyun kaget dan bertanya-tanya “siapa orang itu”.
Disisi lain, Eun Jae membawa ayah Hyun jalan-jalan ke tepi pantai. Eun Jae dan ayah Hyun terlihat sangat bahagia.
Petugas bilang bahwa mereka terlihat sangat akrab dan mereka terlihat seperti ayah dan putrinya yang sedang asyik bercanda. Hyun terdiam dan kemudian dia tersenyum. Sepertinya dia sudah mnegetahui siapa orang yang merawat ayahnya dengan baik.


Eun Jae masuk ke rumah sakit kapal, dia melihat setiap sudut kapal yang sangat berantakan, tiba-tiba dia terdiam di depan pintu ruangannya.

Setelah itu, dia masuk ke ruang operasi. Dia meraba meja operasi tempat dia mengoperasi pasiennya. Kemudian dia melihat ke lorong rumah sakit kapal, dia teringat kembali saat dimana Hyun tertembak, sampai akhirnya dia membawa Hyun ke rumah sakit darat dengan bantuan helikopter.
Kilas balik di tampilkan, saat Hyun siuman, dia menanyakan kondisi Eun Jae dan menghapus air mata di pipinya.

Eun Jae masuk ke ruangan Hyun, dia melihat stetoskop Hyun telah rusak dan mengambilnya. Dia menggenggam alat itu seakan dia merasakan keberadaan Hyun dihatinya.

Hyun sedang mengganti perbannya, dia dibantu oleh perawat dan ibunya. Hyun terlihat sangat kesakitan, namun Hyun tetap tegar. Tiba-tiba ponsel ibu Hyun berdering. Hyun bertanya “telpon dari siapa itu?” ibunya bilang bahwa itu telpon dari Ji Eun, namun da terlihat sedang berbohong.
Hyun meminta ibunya untuk memberitahu Ji Eun agar tidak khawatir, ibunya pun pamit keluar untuk mengangkat panggilannya. Hyun terus memperhatikannya saat ibu berjalan keluar.

Dan ternyata itu panggilan dari Young Eun. Young Eun meminta ibu Hyun untuk bertemu dengannya.
Ibu Hyun : terakhir kali, kau lari dari hadapanku, lalu apa yang kau inginkan sekarang?
Young Eun : aku minta maaf.
Ibu Hyun akhirnya menanyakan keberadaan Young Eun dan akan datang menemuinya.

Young Eun sedang menunggu ibu Hyun di sebuha kafe. Dan akhirnya ibu Hyun datang, Young UEN pun langsung berdiri meyapa ibu Hyun dan menanyakan kabarnya. Ibu Hyun terlihat sangat marah dan berakata “aku bukan psikopat. Anakku tertembak, tentu saja aku tidak sehat”
Young Eun : bukan itu maksudku.
Ibu Hyun mengetahui maksudnya dan meminta dia untuk duduk. Young Eun masih berdiri dan ibu Hyun memaksanya untuk segera duduk, dan akhirnya Young Eun pun duduk di depan Ibu Hyun. Ibu Hyun memintanya untuk segera mengatakan apa yang ingin dia sampaikan. Young Eun terlihat sangat kaku.
Young Eun : bagaimana dengan Hyun sekarang? Apa dia sudah mulai membaik?
Ibu Hyun menjawabnya, bahwa Hyun sudah mulai membaik, dan Ypung Eun pun merasa lega mendengar kabar Hyun baik-baik saja.
Young Eun memberitahu ibu Hyun bahwa dia akan segera kembali ke New Yourk dan mungkin dirinya tidak akan kembali ke korea lagi, dia meminta ibunya untuk meberitahu Hyun akan hal itu.
Ibu Hyun : apa alasan kamu ingin pergi?
Young Eun : bisakah kamu melakukan ini untukku?’
Setelah minum teh, ibu Hyun menyetujui permintaan Young Eun dan bilang “tidak ada gunanya menghancurkanmu. Kau sama sekali tidak terlihat baik. Kau tidak bisa makan atau tidur” Young Eun ingin megatakan sesuatu namun ibunya langsung menghentikannya “itu tidak perlu. Apa masalahnya tentang cinta? (Young Eun hanya terdiam dan menatapnya) sudah sangat sulit, bukan? Tidak peduli seberapa keras kau mencoba untuk memperbaiki cintamu, apa itu tidak berahsil?”
Young masih terdiam, dan ibu Hyun melanjutkan perkataannya “begitulah pria yang ada di keluargaku, mereka sangat lembut dan pemaaf. Tapi diluar titik tertentu, mereka berbalik dingin dan tidak melakukan apa-apa. Kau seharusnya menunggu. Dia sibuk dengan tempat tinggalnya dan merawta papanya, dia tidak punya waktu sedikitpun” Young Eun menangis dan belum mengatakan apapun.
Ibu Hyun bertanya kepada Young Eun “kenapa kau tidak lebih baik kepadanya? Dan akhirnya Hyun akan tetap bersamamu” Young Eun tidak menjawabnya dan terus menangis.

Di kapal Rumah Sakit, Young Eun datang dan disana masih ada Eun Jae. Eun Jae kaget melihat kedatangan Young secara tiba-tiba.
Young Eun mengtakan kepada Eun Jae “kau benar ada disini, Dokter Kim Jae Geol mengatakan bahwa kau ada disini”
Eun Jae : apa yang membawamu kemari?
Young Eun : aku mendengar apa yang terjadi. Kau yang melakukan operasi Hyun. Aku iri padamu, kau mampu melakukan begutu banyak hal untuk Hyun.
Eun Jae : itu lebih baik, jika aku tidak pernah melakukannya.
Kemudian Young Eun memberikan sebuah bingkisan kepada Eun Jae sebagai ungkapan rasa terima kasihnya. Eun Jae pun menerimanya.
Young Eun : kau mungkin berfikir, aku tidak berguna, kekanak-kanakan dan tidak layak untuk di mengerti. Tapi sebenarnya, apa yang paling aku syukuri adalah bahwa kau tidak memberitahu Htu tentang kebohonganku selama ini. kau sudah berhasil dan mungkin aku haruss pergi bersama harga diiriku yang utuh, itulah yang membuatku senang. Aku sangat mengerikan, bukan?
Eun Jae : tidak, itu sangat masuk akal, aku mengerti.
Young Eun : terima kasih. Jaga baik-baik Hyun untukku.

Kemudian mereka berjabat tangan dan Young Eun pamit untuk pergi.

Eun Jae melihat lukisan yang dihadiahkan Young Eun untuknya. Semua lukisan yang Young Eun buat, itu sangat halus, rapi dan itu semua sangat menakjubkan.