Advertisement
Advertisement
Episode 27 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Geun Jae sedang menikmati udara segar di teras rumahnya. Hyun dan Ah Rim tiba di rumah Geun Jae. Mereka langsung menyapanya dan meneyakan kondisi ibu dan dirinya. Mereka kaget saat Geun Jae tidak mengenalinya, Hyun mencoba mengingatkannya bahwa dia dokter dari rumah sakit kapal yang memerikasanya kemarin, namun dia tetap tidak meneganalinya.
Saat Ah Rim mencoba memegang tangnnya, ibu itu mengamuk dan langsung menjauh dari mereka, Hyun dan Ah Rim kaget melihat cairan keluar dari tubuhnya dan tiba-tiba dia lupa dengannya.

Kemudian temannya datang, dan Geu Jae juga tidak menegnali temannya itu.
Penyelam : kau mengidap Alzheimer? Ibumu sedang sakit, bagaimana ini kalau kau juga sakit?
Tiba-tiba Geun Jae pingsan dan mereka mulai panik.

Hyun menggendong Geun Jae ke rumah sakit kapal meski perjalanan sangat jauh. Mereka sangat khawtir dengan kondisi Geun Jae yang sekarang dan mempercepat jalan mereka agar segera sampai kapal.

Akhirnya Hyun dan Ah Rim tiba di Rumah Sakit Kapal. Mereka langsung membawa pasien ke ruangan Hyun. Hyun meminta AH Rim untuk mengganti bajunya karena Geun Jae mengalami dehidrasi berat dan Hyun Juga meminta AH Rim untuk memberinya IV terlebih dahulu.

Saat Hyun akan keluar dari ruanganya, Eun Jae datang dan menanyakan kondisi pasien “dia pasien darurat?”
Hyun : Ya. Suhu tubuhnya naik ke 40 derajat. Tanda vital tubuhnya tidak sstabil dan dia juga lupa ingatan. Dia sudah lama tidak memiliki gejala-gejala itu. Menurutku itu delirium.
Sebelum Hyun pergi, dia meminta Eun Jae untuk mengontrol kondisinya dan dan memeriksa tanda vitalnya juga. Eun Jae mengerti dengan apa yang Hyun minta dan mulai mengecek kondisi pasien.

Hyun memberitahu Woon Gong bahwa pasien harus segera di pindahkan ke UGD dan memintanya untuk segera menghubungi penjaga pantai, Woon Gong juga sudah menghubungi meraka, namun disana sedang ada kejadian besar bahwa kapal dan perahu nelayan bertabrakan. Semua petugas penjaga pantai sedang ada di tempat kejadian, jadi tidak memungkinkan bagi mereka untuk datang ke rumah sakit kapal.
Woon Gong : kapten bilang, kita bissa berlayar hari ini, jadi jika dia bisa bertaha selama 4jam ....
Hyun : baiklah, aku akan berusaha menstabilkan pasien sesegera mungkin (Hyun kembali ke ruangannya untuk mengecek kondisi pasien).

Ah Rim sedang memberikan pasien IV, dan Eun Jae terus memperhatikan reaksi pasien saat AH Rim memberi pasien IV.

Hyun sedang mengganti pakaiannya dengan seragam dinas, tiba-tiba Hyun menerima panggilan dari Pusat Rehabilitasi Jaae, dia menerima kabar bahwa ayahnya hilang lagi. Hyun memberitahu mereka, bahwa dia sedang berada di pulau dan tidak bisa datang saat ini juga.
Pusat Rehabilitasi mengerti dan akan berusaha menemukan ayahnya, Hyun pun meminta mereka untuk membantu ayahnya sebelum dia bisa datang untuk mencarinya. Hyun terlihat sangat lelah, dia bingung dengan kondisi ayahnya yang selalu kabur-kaburan, dan disisi lain ada pasien yang sangat membutuhkan bantuannya. Hyun pun mencoba menghubungi seseorang tapi tidak bisa.

On Ja menangis histeris di lorong kapal rumah sakit, Perawat Pyo dan Woon Gong berusaha menenagkannya, namun itu tidah berhasil. Saat itu Hyun keluar dari ruang ganti dan kemudian menghampiri mereka.
On JA : bagaimana ini? bagaimana kondisinya sekarang?
Hyun : aku akan memberitahu kondisinya, setelah kami selesai memeriksa pasien.
On JA : itu percuma! Tidak ada obat untuk demensia.
Pusat rehabilitasi menelpon Hyun lagi, namun Hyun mematikan panggilan itu karena dia sangat khawatir dengan pasien daruratnya. Kemudian Hyun memberitahu On Ja, Bahwa Geun Jae dapat dipastikan kalau dia tidak mengidap demensia.
On Ja : apa? Dia tidak dapat mengenali kita, dia bicara omong kosong, dan bahkan dia mengompol di celana, tapi dia tidak mengidap demensia?
Hyun : seminggu yang lalu dia baik-baik saja. Demensia berkembang secara perlahan, itu tidak terjadi secara mendadak seperti ini.
On Ja : lalu apa? Dia kenapa? Kenapa dia lupa ingatan?
Hyun : karena dia menunjukkan serangkaian gejala yang mendadak, itu mungkin delirium dan bukan demensia.
On Ja : De... De... apa?
Hyun : Delirium.
Hyun meminta perawat Pyo untuk menjelaskannya. Hyun pun memebritahu On Ja, bahwa perawat akan menjelaskan padanya. Kemudian Hyun meminta dia untuk tenang dan beristirahat di ruang tunggu.
Hyun : kami akan merawat teman kamu bu.
On Ja menahannya dan berkata “kau bilang bisa membuatnya kembali sehat? Bisakah kau membuatnya waras kembali?
Hyun : aku akan berusaha yang terbaik untuk pasien.
On JA : aku tidak perlu kau berkata akan berusaha yang terbaik. Aku ingin kau berjanji padaku. Berjanjilah kalau kau akan menyelamatkan temanku.

On JA memohon kepada hYun untuk menyelamatkan temannya, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan Geun Jae. Hyun pun memegang tangannya dan berkata “baik. Aku akan mengerahkan semua kemampuanku” perawat Pyo dan Woon Gong pun membawa On JA ke ruang tunggu.

Hyun memberitahu Eun Jae bahwa alat vital pasien masih stabil, dan Eun Jae jga sudah memberi obat pereda demam, namun suhu tubuhnya belum juga turun dari 40. Hyun mengatakan bahwa kita harus menemukan penyebab demamnya dulu.
Eun Jae : apa kemungkinan ini semua?
Hyun : dia hilang ingatan secara mendadak dan demam tinggi. Untuk sementara kita hraus menanggapnya Cerebromenongitis.
Eun Jae : haruskah kita menguji cairan serebrispinal dia untuk memverifikasinya?
Hyun : mari kita lakukan tes sederhana dulu.
Hyun pun mulai mencoba membangunkan pasien, namun ibu itu bergumam “aku ingin pulang ke rumah, ibu sedang menungguku” Hyun mengangkat kepalanya, namun itu tidak meperlihatkan ada randa-tanda Brudzinski (lututnya harus luntur).
Hyun : jika itu cerebromeningtis bagian belakang lehernya akan kaku, tapi lehernya begitu lemah.
Eun Jae : kau bilang kita harus mengecualikan cerebromeningtis? Lalu apa penyebab dia demam.

Pusat rehabilitasi menelpon Hyun lagi, Eun Jae memberitahunya untuk mengangkat telpon dulu, ketika Hyun akan melihat ponselnya, tiba-tiba pasien susah bernafas, disana mulai panik di tambah ponsel Hyun terus berbunyi namun Hyun membiarkan panggilan tersebut. Dia pun langsung memancing detak jantung pasien, setelah beberapa kali mencoba akhirnya detang jantuung pasien kembali normal.
Ponsel Hyun terus berbunyi, Eun Jae mengingatkannya lagi untuk mengangkat panggilan, dia juga bilang, mungkin itu panggialn penting “cepat angkatlah, pasien sudah satbil dan aku akan menjaganya selama kau tidak ada” Hyun akhirnya mendengar perkataan Eun Jae dan langsung pergi keluar.

Hyun naik ke atas kapal, Pusat rehabilitasi memberitahunya bahwa mereka tidak bisa menemukan ayahnya, dan mereka hanya menemukan sasalh satu ayahnya di laut “tidak ada lagi yang bisa kami lakukan” mereka ingin melaporkan atas kehilangan pasien, namun mereka perlu anggota keluarga pasien untuk bertanggung jawab. Hyun pun meminta mereka untuk segera melaporkannya dan akan segera datang kesana. Hyun bingung harus menghubungi siapa untuk datang ke Pusat rehabilitasi.

Sebelum Hyun pergi ke ruangannya lagi, dia terdiam memikirkan ayahnya, dan akhirnya dia menelpon ibunya, dia memberitahu ibu bahwa ayahnya hilang lagi.
Ibu : aku sudah bilang, kalau aku tidak tahu diamana ayahmu.
Hyun memohon kepada ibunya agar datang ke Pusat rehabilitasi dan menccari ayahnya, karena Hyun tida bisa datang sekarang, Kapal rumah sakit berlabuh 3jam, itu jauh dari Geoje, dan dikapal juga sedang ada pasien darurat yang harus Hyun tangani segera.
Ibu kaget : pasien?
Hyun : jika aku tidak berkonsentrasi pada diagnosis dan pengobatan pasien ini bahkan bisa meninggal, jadi,,,,
Ibu : baiklah. Aku tahu, jadi jangan khawatir dan fokuslah pada pasienmu. Aku akan mengusrusnya, ibu akan melakukan semaunya. Rawatlah paseinmu. Jangan khawatirkan apapun, cukup lakukan yang terbaik untuk pasienmu, ok Hyun?
Hyun : baiklah. Jaga ayahku untukku.

Ibu Hyun dalam perjalanan menuju Pusat rehabilitasi, dia menggerutu “dimana kamu? Kenapa kau selalu membuat anakmu khawatir”

Di sisi lain ayah Hyun sedang berjalan menuju perlabuhan titik temu kapal pesiar.

On Ja sedang bercerita tentang Geun Ja dengan perawat Pyo “dia terlihat kejam dan dingin, namun hatinya lembut seperti tofu. Tidak hanya itu, dia juga pandai memasak. Dia bisa mengambil herbal aneh dari ladang” Hyun masuk, saat dia mendengar pembicaraan On Ja tentang herbal dia langsung berhenti.
Geun Ja selalu membuat sesuatu yang sangat istimewa, dia merawat ibunya yang sakit sejak dia pindah pulau itu “dia pergi ke ladang dan gunung setiap hari untuk mengumpulkan herbal” sepertinya Hyun terlihat yakin, mungkin dia yakin kalau penyebab demam itu dari herbal yang dia mabil dari gunung dan ladangnya. Hyun langsung berbalik menghampiri mereka dan bilang “Herbal?”
On Ja : iya.
Hyun : dia mengumpulkan herbal dari gunung?
On JA : iya. Kenapa kau menanyakan itu?
Hyun tak menjawab apapun dan langsung pergi ke ruangannya. On Ja pun menanyakan apa maksud dokter Hyun. Namun perawat Pyo juga tidak tahu apa maksudnya.

Hyun masuk ke ruangannya dan memberitahu Eun Jae bahwa dia menemukan penyebab demam tinggi pasien.
Eun Jae : apa itu?
Hyun ; setiap hari selama dua minggu terakhir, dia mengumpukan herbal di gunung. Orientia Tsutsugamushi cenderung menyebabkan demam di musim gugur.
AH Rim : tida mungkin.
Eun Jae : Tsutsugamushi?
Hyun : itulah penyebab yang paling mungkin.
Hyun langsung mengecek kaki dan tangan pasien, dia sedang melihat luka gigitan namun belum dia temukan “lokasi gigitan akan bengkak dan merah” dan akhirnya Hyun menemukan luka gigitan tersbut di perutnya.
Eun Jae : itu tifus-bush.
Hyun meminta AH Rim untuk melakukan tes darah, Eun Jae bilang bahwa rumah sakit kapal tidak mempunyai reagen untuk saat ini.
Hyun : kita punya regaen. Tsutsugamushi adalah penyakit musim gugur yang sangat umum. Aku sudah memeasan reagen untuk berjaga-jaga.

Ah Rim dan petugas laboratorium sedang memutar darah untuk mengambil serum-nya, dan nanti bisa melakukan pemeriksaan secara total untuk menemukan hasil yang maksimal.

AH Rim membawa hasil tes darahnya, dan hasilnya sama dengan dugaan Hyun.
Eun Jae : jika kau memesan reagen. Aku yakin kau sudah memesan obatnya juga.
Hyun : iya. Pasien ini sangat beruntung.
AH Rim memuji kehebatan Hyun.
Hyun : Ah Rim berikan dia 200mg doksisiklinlewat mulut (doksisilin adalah nati biotik)
Ah Rim langsung keluar untuk mengambil obatnya. Eun Jae terlihat semaikn bangga kepada Hyun.

Hyun memberitahu On Ja bahwa Geun Jae mengidan Tsutsugamushi, Hyun juga memberitahunya kalau dia sudah memberinya anti biotik namun tetap masih darus di rawat di rumah sakit “dia akan kembali kepada kamu dengan sehat dan bahagia. Dia akan mengenali kamu dan dia bisa mendengarkan cerita kamu” Eun Jae tak henti memperhatikan Hyun.
On Ja : aku harus bagaimana? Aku sangat berterima kasih. Bagaimana aku membalas semua bantuanmu. (On Ja tak henti menangis sambil berterima kasih kepada Hyun)
Hyun : Dia akan baik-baik saja. Jangan khawatir.

Ibu Hyun mengeluarkan barang-barang dari tas suaminya, saat dia melihat ID card suaminya dengan tulisan “Dokter sepanjang masa” dia bilang bahwa suaminya melakukan perjanalan yang sangat panjang dan sekarang dia pergi tanpa pamit. Dia melihat foto di dompet suaminya, dia terharu melihat foto keluarga dan kebersamaan mereka dulu.

Perawat datang dan bertanya “apa kamu menemukan sesuatu, apapun itu yang bisa menjadi petunjuk?”
Ibu : aku tidak yakin, (sambil membuka catatan suaminya)
Perawat : aku tida yakin ini akan membantu, beberapa hari yang lalu dia terus memintaku untuk mencarikan sesuatu. Dia mengatakan punya tempat untuk dituju.
Ibu : apa itu?a pa yang dia inginkan?
Perawat : kedengarannya seperti “kkok Ji” atau “kkak Ji” (ibunya seperti sedang emngingat ssesuatu) apa itu nama binatang peliharaan atau apa? Beberapa hari yang lalu dia mengigau saat tidur “kemariah Kkwk Ji, Kkak-Ji ku yang cantik” kali ini....
Tiba-tiba Eun Ji datang dan berakata “saat aku kembali, aku akan menepati janjiku” ibunya kaget melihat Eun Ji datang. EUn Ji ingat kata-kata ayahnya dulu “kita akan pergi ke pulau pavoritmu. Mari kita bermain gelembung sesukamu”
Ibu : Eun JI...
Eun JI : itu Kwak Ji bukan Kkak Ji. Itu Kwak JI, ibu...