Advertisement
Advertisement
Episode 4 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Dr. Kim Do Hoon memerintahkan kepada Eun Jae untuk keluar dari ruang operasi “Kim Jae Hwan masuk sekarang juga dan Song Eun Jae, keluarlah” Eun Jae kaget dan bilang “Profesor”.
Kim Do Hoon : kau tidak mendengarku? Keluarlah, kenapa wali pasien dekat dengan operasi (Eun Jae masih terdiam dan tak bisa berkata) Song Eun Jae, apa kau tidak mendengar kalau aku menyurhmu keluar?

Kemudian Kim Do Hoom memberitahu kepada semua orang yang ada di ruang operasi “sepertinya dokter bodoh ini tidak tahu etak ruang tunggu” kemudian Kim Do Hoon meminta direktur untuk menunjukkan jalan menuju ruang operasi kepada Eun Jae “direktur, maukah kamu menunjukkan jalan padanya?”. Tentu direktur bersedia melakukannya “Song Eun Jae, tolong ikut aku”
Eun Jae : profesor... terima kasih. Tolong rawat ayahku dengan baik.
Perawat Pro : dokter Song, ayo kita keluar.
Sebelum keluar, Eun Jae melihat ayahnya dulu yang sudah terbaring dan siap untuk di operasi. Semua tim dr.  Song Eun Jae keluar dan operasi akan di gantikan oleh Tim profesor Kim Do Hoon.

Sebelum memulai operasi, Kim Do Hoon memberitahu Tim “kita akan melakukan bedah operasi Duodenum Hepaticopancreatic pasien Song Eun Jae. Lemaskan bahu dan otot kalian. Ini operasi yang kita lakukan setiap hari, kalian tidak boleh gugup karena Ayah Song Eun Jae”.
Dr. Kang : ya, aku mengerti.
Kim Do Hoon : Kim Jae Hwan, kau mengerti?
Kim Jae Hwan : tentu saja.
Dan mereka akhirnya memulai operasi ayah Eun Jae.

Woon Jae, sedang menunggu operasi di ruang tunggu, dai terlihat sangat khawatir, dia kaget, kenapa Eun Jae sudah keluar dari ruang operasi “kenapa kau keluar? Apa ada masalah dengan ayah?”
Eun Jae : tidak. Mereka melakukan operasi sesuai dengan yang direncanakan.
Woon Jae : tapi... tapi kenapa kau disini?
Eun Jae : ceritanya panjang.

Hyun sedang menyiapkan makan siang untuk sang ayah, namun ayahnya sedang asyik mencicipi makanan yang sudah di hidangkan, ketika ayahnya akan mencicipi makanan yang lain, Hyun menghentikannya dan meminta makan yang ada di tangannya dulu.
Hyun : kita harus melakukan upacara peringatan untuk kakek-nenek kita dulu.
Ayah : tapi aku lapar, tidak ada yang memberiku makanan.

Setelah mereka melakukan upacara peringatan kakek-nenek mereka, ayah Hyun menlanjutkan makan cemilannya sambil menghadap ke arah danau. Hyun memberitahu ayahnya bahwa ayah Eun Jae sedang di operasi.
Huyun : jika ayah tidak sakit. Ayah pasti langsung menyetujui operasinya. Maka, dr. Sing tidak akan khawatir, benar?
Ayahnya tak menjawab dan terus fokus dengan makanannya, Hyun mengerti dengan kondisi ayahnya.

Keluarga Jae Geol mengunjungi pemakaman putranya yang pertama yaitu kakak Jae Geol. Ibu Jae geol menangis sambil memegang pohon pemakaman putranya, dia kemudian meminta Jae Geol mendekatinya dan memberikan bunga kepada kakaknya “berikan padnaya dan beri salam”. Jae Geol masih berdiam diri.
Ayah : pergilah, jangan buat ibumu menunggu. Pergi dan beri salam. Kau belum pernah kesini sejak kakakmu meninggal, dia pasti sangat merindukanmu.
Jae Geol terlihat sangat sedih dan matanya mulai berkaca-kaca, akhirnya Jae Geol mendekati pohon pemakaman kakaknya yang bertulisan “Kim Jae Nim. Kami mencintaimu, Nak” karena tidak kuat menahan rasa sedihnya, dia meninggalkan makan kakanya meski belum sempat memberikan bungan pada makam kakaknya.
Ibunya menghentikannya, namun direktur menahannya dan Jae Geol pun tak mempedulikan panggilan ibunya. Direktur meminyta istrinya untuk tetap diam di makam putranya dan direktur menyusuli Jae Geol.

Jae Geol ingin menyendiri dan menenangkan dirinya, ayah menghampirinya dan bertanya “apa yang kau lakukan disini?”
Jae Geol : ayah benar, aku sudah membunuhnya, aku sudah membunuh Jae Min.
Ayah : kau tidak membunuhnya.
Jae Geol : kalau saja aku tidak menelponnya, jika aku tidak memintanya untuk menjemputku di bandara saat hujan. Jika saja aku tidak bepergian ke tempat seperti India agar aku bisa menyombongkan diri.
Ayah : siapa yang membuatmu ingin meninggalkan rumah dan korea? Siapa yang membandingkanmu dengan Jae min Dan mebuatmu meras rendah diri? Lalu, aku salah karena sudah memarahimu.
Jae Geol : ayah...
Ayah : aku marah kehilangan kakakmu secara mendadak seperti itu dan itu membuatkui sangat marah. Aku tidak tahan. Aku harus melampiaskan kemarahanku kepada seseorang, supaya aku bisa bertahan hidup. Aku seharusnya tidak memperlakukanmu seperti itu. Salahku telah melakukan hal itu kepada anakku sendiri.
Jae Geol : tidak. Itu keadilan, Jae Min meninggal karena diriku. Jadi ayah...
Ayah membentaknya : hentikan!!! (ayah langsung berdiri) Dokter Kim. Berikan pendapatmu sebagai seorang dokter (Jae Geol kaget) Apa penyebab kematian Kim Jae Min?
Jae Geol : ayah...
Ayah : kakakmu. Jangan bicara kepadaku sebagai adiknya. Sebagai dokter yang terakhir mendiagnosa pasien sekarat, berikan pendapatmu, apa penyebab kematiannya?
Jae Geol : karena kecelakaan lalu lintas, dia mengalami patah tulang dan pendarahan otak disebabkan oleh trauma eksternal.
Ayah : benar. Aku setuju dengan hasil itu. Jadi mulai sekarang jangan lupa bahwa kakakmu bukan mati karena dirimu.
Ayah memegang pundak Jae Geol sambil menangis, Jae Geol juga mulai meneteskan air matanya, ayah kembali menegarkan dirinya sendiri dan pergi untuk menemani istrinya yang sendirian di makam kakaknya.

DI rumah sakit Jiel Geoje, perawat Pyo sedang mengambil minuman, dan tiba-tiba Won Gong berlarian, dia  menanyakan soal operasi ayah Eun Jae, Perwata Pyo mengatakan “operasinya sudah dimulai dan akan berlangsung selama 12jam”
Woon Goong : 12jam?
Perawat Pyo : itu tergantung pada kondisi pasien. Kau sedang apa disini? Bukankah kau bilang, kau menemui anak-anak?
Won Gong hanya terdiam dan melihat ke atap, dia tidak menjawab pertanyaan perawta Pyo.

Won Gong mengunjungi sebuah aparteman, dia memijat bel dari salah satu apartemen tersebut, orang di dalam bertanya “siapa?”
Won Gong: ini aku.
Orang apartemen : apa maumu?
Won Gong: ini Won Gong, aku ingin bertemu anak-anak.
Akhirnya apartemen itu dibuka, dan ternyata itu adalah istrinya, istrinya mengatakan bahwa anak-anak sedang tidak ada, mereka sedang di perpustakaan belajar untuk ujian tengah semester.
Won Gong: bisakah kau memberi mereka istirahat di hari libur? Siswa perlu mengambil istirahat untuk...
Mantan Istri : bagaimana jika mereka melakukanna? Kita berpisah dan tidak mampu untuk memberi meraka guru privat atau les, mereka akan jadi apa jika mereka tidak belajar?
Won Gong : sayang.
Mantan istri : jangan panggil aku itu. Kita sudah menandatangani surat cerai tujuh tahun yang lalu, tintanya tidak hanya mengering, bahkan sudah memudar. Jika kau ingin datang setiap saat, dan berpura-pura jadi ayah yang peduli saat kau tidak bisa menawarkan apa-apa lagi, jangan pernah datang lagi.
Won Gong : aku hanya...
Mantan isstri : saat mereka tumbuh. Anak-anak akan mencarimu meskipun aku melarang mereka, jadi jangan membuat mereka bingung dengan berkunjung.
Kemudian Won Gong mengerluarkan sebuah amplop putih dan memberikan kepada mantan isstrinya.
Mantan istri : apa ini ?
Won Gong : bonus Won Gong-ku dan uang saku untuk anak-anak.
Mantan istinya langsung mengambil amplop tersebut dan langsung masuk kembali ke apartemennya.

Perawat Pyo dan Won Gong sedang mengobrol dibawah pohon rindang.
Perwat Pyo : kau seharusnya tidak bekerja keras. Kau seharusnya meninggalkan kapal Rumah Sakit seteah 10 tahun.
Won Gong : aku sudah memikirkannya, tapi saat waktunya tiba, aku tidak mau pergi.
Perawat Pyo : itu bukan berarti kamu tidak mau, tapi kau tidak bisa. Kau pasien yang perlu diperhatikan dan dokter muda untuk dibina pemikirannya. Kau tidak punya waktu untuk pergi. Dan sekarang, kau membawakan kami dokter bedah (mereka tertawa kecil) terlepas dari perkataan orang, kapal kita bisa sejauh ini berkat dirimu. Dulu bisa saja kita terdampar.
Won Gong : itu murni omong kosong.
Perawat Pyo : periksa ponselmu, itu sudah berdering dari tadi.
Won Gong mendapat pesan yang berisi “hiburlah dia, kamu sedang bersamanya? Aku akan kesana jika bukan hari Chuseok. Bagaimana dengan ayah dokter song?”. Won Gong hanya tersenyum, dan perawat Pyo heran melihatnya.
Perawat Pyo : apa itu ?
Won Gong : para dokter dan staff kapal, mereka menanyakan kabar ayah Dokter Song.
Perawat Pyo : lihat seperti itulah meraka. Mereka semua pergi berlibur dan mereka menganggapmu berada di rumah sakit. Jika kau marah cobalah untuk berhenti dan bergembira. Kau punya sangat banya pengikut.

Operasi masih berjalan, Kim Do Hoon dan Tim masih sangat sibuk menyelesaikan tahap operasinya.

Direktur dan dokter Kang sedang melihat proses operasi di sebuah ruangan dengan bantuan layar monitor, direktur menanyakan proses operasi selama dia meninggalkan rumah sakit.
Dr. Kang : ini operasi yang sulit, tapi sejauh ini semuanya berjalan lancar.