Advertisement
Advertisement
Episode 23 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Kim Do Hoon bersedia melakukannya, dia mengtakan bahwa bahwa hidup ayah Eun Jae tergantung pada ayahnya sendiri.
Kim Do Hoon : perbuatanmu memang memalukan, tapi melakukan operaasi adalah kewajiban.
Eun Jae : terima kasih.
Kim DO Hoon : sayangnya, aku tidak bisa meluangkan waktu, karena jadwalku sudah sangat padat. Saat aku bekerja dengan dokter berbaka sepertimu, aku bisa meluangkan satu atau dua hari, namun tida mungkin melakukan itu sekarang.
Eun Jae : Profesor...
Kim Do Hoon : kau harus mencari dokter lain.
Eun Jae momohon kembali : tolong pertimbangkan sekali lagi.
Kim DO Hoon : sebenarnya aku merasa tidak enak, tapi aku tidak punya pilihan.
Eun Jae : Profesor...
Kim DO Hoon : kau harus pergi.
Eun Jae terus memohon sampai dia berlutut di depan Kim DO Hoon “aku mohon profesor, tolong selamatkan ayahku” Kim Do Hoon berbalik melihatnya berlutut.
Eun Jae : jika kamu menyelamatkan ayahku, aku akan melakukan apapun untuk membalas budi, jadi kumohon (sambil menungukkan kepalanya.
Kim Do Hoon : kenapa kamu melakukan ini, Eun Jae? Kau membuatku terlihat seperti dokter yang jahat, yang memilih untuk tidak melakukan operasi.

Saat Kim Do Hoon keluar dari ruangannya, tiba-tiba dokter teman Eun Jae menghampirinya dan berkata “kenapa kamu bisa melakukan ini padanya? Pikirkan tentang bagaimana dokter song membantu kamu, kamu tidak bisa melakukan ini padanya”
Kim Do Hoon : kau sedang apa?
Dokter Kim : kamu memilih untuk tidak melakukannya, kamu hanya ingin dia membayar pengkhianatannya. (Eun mendengarnya dan dia langsung keluar)
Eun Jae : dokter Kim, kau sedang apa? Hentikan sekarang juga.
Dokter Kim : dr. Song ...
Eun Jae : minta maaf pada profesor kim sekarang juga.
Dr. Kim bersikeras tidak mau minta maaf kepada Kim Do Hoon, dan akhirnya Eun Jae yang minta maaf atas kelancangan dr. Kim dan telah menyebabakan keributan besar “semuanya salahku, tapi tolong maafkan dokter Kim saat ini” Kim Do Hoon tidak mengatakan apapun dan langsung pergi dari hadapan mereka. Setelah Kim Do Hoon pergi mereka saling menatap kesal.

Eun Jae pergi menuruni tangga, dan dr. Kim berlari mengejarnya, dia terus memanggil Eun Jae “dr. Song”
Eun Jae : kupikir aku belum menjadi guru yang baik untukmu.
Dr. Kim : kenapa kau mengatakan itu?
Eun Jae : inikah yang sudah aku ajarkan kepadamu? Dimana kau belajar meragukan semua dokter? Kau akan melakukan itu ? kau akan menolak menyelamatkan pasien hanya karena dendam terhadap seseorang, meskipun kau punya waktu luang.
Dr. Kim : tentu saja tidak seperti itu.
Eun Jae : tapi kenapa kau berpikir dia seperti itu ?
Dr. Kim : itu karena ....
Eun Jae : ingatlah iini. Profesor kim bukan hanya guru tetapi juga rekanmu. Jika kau tidak memepercayai rekanmu, kau tidak bisa mengoperasi dengan baik bersama mereka. Jika kau tidak bisam mengoperasi dengan mereka, kau tidak akan bisa menyelamatkan pasienmu. Apa kau mengerti maksudku?
Dr. Kim : ya dr. Song.
Eun Jae : baiklah.
Dr. Kim mencoba mengatakan sesuatu lagi, tapi Eun Jae langsung pergi begitu saja.

Saat keluar dari rumah sakit Daehan Seol, Eun masih terlihat bingung, karena Kim Do Hoon belum memberikan keputusan yang pasti.

Di rumah sakit Pulau, ayah Eun Jae susah bernafas, Woon Jae panik meliha ayahnya dan langsung berteriak minta tolong.

Petugas rumah sakit langung berlarian menuju ruangan ayah Eun Jae.

Woon Jae menelpon kakaknya dan memberitahu bahwa kondisi ayahnya semakin memburuk, Eun Jae terlihat sangat khawatir namun dia tetap berusaha menenangkan adiknya.

Eun Jae meminta supir taxi untuk mengantarkannya ke bandara dengan cepat, Eun Jae masih dalam panggilan dengan Woon Jae. Eun Jae meminta adiknya untuk tenang dan dia akan segera datang. Woon Jae tak henti menangis.
Eun Jae : ayah akan baik-baik saja, tidak akan ada masalah.
Meskipun Eun Jae khawatir dan tau kondisi ayahnay seperti apa, tapi dia tetap percaya tidak akan terjadi apapun dengan ayahnya dan dia akan selamat. Eun Jae memibta supir taxi untuk mengendarai lebih cepat.

Dalam perjalanan Eun Jae terus berdoa sambil mengepalkan tangannya sama seperti yang dia lakukan saat ibunya darurat, dia jadi teringat saat-saat masa kritis ibunya. Eun Jae terlihat linglung.
Eun Jae : apa kita sudha sampai?
Supir : nona, sepertinya anda sudak ketingalan penerbangan yang terakhir.
Eun Jae : apa? (dia langsung melihat ponselnya) pak bisakah anda menghentikan mobilnya?
Sepertinya Eun Jae merasakan sakit di bagian dadanya.

Setelah mobilnya berhenti, Eun Jae langsunge berlari keluar dari mobil. Dia trelihat ingin muntah namun tidak bisa keluar, dia terus menepuk-nepuk dadanya.

Hyun sedang memeriksa grafik pasien, dia menuliskan sesuatu di note kecil, tiba-tiba dia melihat jam dan bilang “sudah terlambat” Hyun menelpon klinik. Akhirnya klinik itu mengangkat panggilannya “ya, dengan klinik pulau Haeshim.”
Hyun : maaf telat menghubungimu. Aku dokter kwak Hyun dari Rumah Sakit Kapal. Pastikan Park Sung Ryeol memeriksa gua darahnya dalam perut kosong.
Klinik : dia pasti lupa dan langusng sarapan.
Hyun : aku tahu.
Klinik : jangan khawatir, aku akan mengunjunginya pagi ini.
Hyun : ya. Terima kasih.

Tiba-tiba Hyun mendapat panggilan dari Eun Jae, Hyun pun mengangkat panggilan tersebut, dengan nada lemas Eun Jae bilang “ini dengan Song Eun Jae”
Hyun : Ya. Katakan ada apa?
Eun Jae tak menjawabnya, Hyun terus memanggilnya dan bertanya “kau dimana ? kenapa suara mobilnya sangat dekat”
Eun Jae : aku harus naik pesawat, atpi aku tidak bisa, aku hendak ke stasiun, tapi...

Hyun semakin panik dan bertanya dimana keberadaan Eun Jae saat ini “katakan kau sedang dimana, aku akan segera datang, dia langsung berlari keluar.
Eun Jae : aku tidak apa-apa. Bisakah kau mendatangi Woon Jae? Sepertinay mereka mengeluarkan code blue kepada ayahku, adikku sedang sendirian, itu sebabnya aku minta bantuannya.
Hyun : baiklah, aku akan segera pergi kesana, aku akan menenamani Woon Jae, jadi, jangan menangis lagi dan dengarkan aku.
Eun Jae mendengarkan apa yang dikatakan Hyun “ayahmu akan baik-baik saja. Aku akan melindunginya dengan sekuat tenaga, jadi jangan terburu-buru dan kembalilah dengan selamat, jangan tersesat, menegrti?” Eun Jae berkata “Ya”.

Woon Jae terlelap saat menemani ayahnya, Hyun ada disana menemani mereka. Akhirnya Eun Jae datang dan Hyun mengatakan “dia berdarah di tabung drainase, tapi sekarang sudah mulai stabil lagi, mereka akan mengujinya pagi ini”

Eun Jae : tidak. Dia tidak membutuhkan tes, dia hanya membutuhkan operasi. Kita harus memebdahnya untuk menemukan penyebab pendarahan, jika tidak...
Hyun : hentikan. Cukup!!! Jangan berpikir dulu, aku akan disini malam ini, pulang ke asrama dan tidur.
Eun Jae : tidak. Aku baik-baik saja sekarang. Aku akan disini.
Hyun pun mengikuti apa yang dikatakan Eun Jae, dan dia langsung keluar untuk pulang.

Eun Jae terus memperhatikan wajah sang ayah.

Saat Hyun berjalan pulang, tiba-tiba Eun Jae berlari dan menghampirinya. Hyun meminta kembali kepada Eun Jae untuk pulang ke asrama dan tidur dengan tenang.
Hyun : pulanglah ke asrama dan tidur saat Woon Jae bangun. Untungnya kau besok libur.
Eun Jae : aku...
Hyun : selain itu, terima kasih karena telah mengingatku, saat kau membutuhkan seseorang. Aku pergi.
Eun Jae masih memperhatikan Hyun.

Di Rumah Sakit Geoje Jeil, direktur sedang memeriksa gumpalan darah di bagian otak ayahnya dan bertanya “berdarah? apakah ini setius?”
Eun Jae : penguji tidak bisa membantu untuk saat ini. sebelum dia menderita syok hipovolemik, kita harus membedah untuk mengeindentifikasi penyebabnya.
Direktur : kita harus segera melakukan operasi
Eun Jae : Ya.
Direktur : apa yang dokter Kim katakan?
Eun Jae : dia terlalu banyak jadwal operasi dan tidak bisa meluangkannya.
Direktur : apa itu alasan sebenarnya? Dia punya terlalu banyak pasien dan tidak bisa menambah pasien operasi lagi?
Eun Jae : tentu saja.
Direktur : katakan yang sebenarnya. Apa dendam dia padamu.
Eun Jae : tidak. Itu tiidak benar. Aku akan mengoperasi ayahku, direktur.
Direktur : dokter Song...
Eun Jae : jika kita menunda lagi, aku mungkin tidak dapat kesempatan. Tolong setujui. Aku tida bisa kehilangan ayahku tanpa melakukan apapun.
Dengan penuh pertimbangan akhirnya direktur menyetujui permintaan Eun Jae “baiklah, mari kita coba” Eun Jae pun berterima kasih kepada direkur karena telah menyetujui permintaannya.

Petugas RS. Kapal sedang sarapan bersama. Jae geol bertanya kepada Hyun “apa kau sudah dengar?”
Hyun : dengar apa?
Jae Geol : aya dokter Song, dia akan mengperasi ayahnya.
Perawat Pyo : apa barusan ? dokter Song akan melakukan apa?
Woon Goong : mengoperasi ayahnya sendiri?
Joon Young : apa dia harus melakukannya?
Ah Rim : kenapa dia tidak menceritakan apapun?
Perawat Pyo : dokter Kwak, apa maksudnya? Kau marah karena dia membocorkan rahasia? Aku tidak menyangka, dokter song tidak memberitahu, tapi aku lebih marah pada kalian berdua.
Jae Geol : perawat Pyo...
Perawat Pyo : bukankah kita keluarga? Bagaimana bisa kau tidak memberitahu kami, saat ayah domter Song sakit dan mau di operasi?
Hyun : cobalah untuk menegrti, kamu lebih mengenal watak dokter Song dibandingkan siapapun.
Perwat Pyo : aku tida paha, aku bahkan tidak tahu
Perawat Pyo pergi, Woon Goong berusaha menghentikannya namun tida bisa “dia sangat marah”
Woon Gong : bagaimana jika dia tidak amu jadi pasanganku?
AH Rim : kenapa khawatir? Kamu milikku.
Joon Young : diam. Sekarang bukan waktunya untuk bercanda, kenapa kau begitu lambat.