Advertisement
Advertisement
Episode 21 Part 2

All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Hospital Ship Episode 21 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Hospital Ship Episode 22 Part 1

Hyun baru pulang setelah bertemu Young Eun. Dia terlihat sangat lelah, dia langsung rebahan di kasurnya, dan tampak sedang memikirkan sesuatu, mungkin dia menjawab permintaan Young Eun tadi, jadi penasaran apa yang Hyun katakan kepada Young Eun.

Woon Jae sedang duduk di ruang tunggu pasien, tiba-tiba Eun Jae datang dan melihat adiknya yang sedang melamun, setelah Woon Jae menyadari bahwa kakaknya terus memperhatikannya, dia pun langsung menghampirinya dan bertanya “sudah selesai?”
Eun Jae : sudah.
Woon Jae : kau tidak bisa tidur karena pekerjaan.
Eun Jae : lalu, bagaimana denganmu? (Woon Jae hanya tersenyum)
Woon Jae : haruskah kita makan sesuatu? Aku akan mentraktirmu nona..
Eun Jae pun akhirnya bisa tersenyk dengan perkataan dan tingkah konyol adiknya barusan.

Mereka akhirnya pergi ke supermarket, Eun Jae menyiapkan ramyon untuk adiknya, namun Woon Jae terlihat sangat gelisah, tiba-tiba Woon Jae meminta Eun Jae untuk merubah grafik kesehatan ayahnya” Eun Jae pun berhenti makan saat mendengar Woon Jae berkata seperti itu.
Woon Jae : setelah mengubahnya, bebaskan ayah dari rumah sakit, biarkan dia pergi. Sejauh ini Kita sudah baik-baik saja tanpa dia, sebenarnya, ini seolah ayah ssudah mati.
Eun Jae : Woon Jae ...
Woon Jae : dia ingin melindungimu, biarkan dia bertindak sebagai seorang ayah untuk terakhir kalinya, dia ingin melunasi hutangnya, dia tidak memliki apapun untuk diberikan sebagai warisan. Dia tidak bisa meninggalkanmu dengan hutang.
Woon Jae terus meneteskan air matanya, dan Eun Jae sedang merenungi apa yang dikatakan adiknya, dia kembali menagis tersedu-sedu sambil meminta maaf kepada Eun Jae “maafkan aku kak”
Woon Jae : aku tahu apa yang kau pikirkan tentang dia, aku tidak bisa membantu, tapi merasa kasihan padanya, aku merasa sangat kasihan padanya, maafkan aku kak.
Eun jAe masih terus terdiam dan tak mengatakan apapun atau menenangkan adiknya.

Eun Jae memasuki raungannya, dia langsung melihat monitornya dan seperti biasa dia melihat hasil pemeriksaan, kemudian dia mendaoat telepon dari seorang dokter, dokter otu bilang bahwa dia sudah meninjau hasil diagnosis yang dikirim Eun Jae, dan dia bilang kalau itu tidak akan mudah.
Eun Jae : itu tidak cukup buruk, operasi masih memmungkinkan.
Dokter : memang ada kesempatan untuk bertahan, namun, operasi tidak bisa dilakukan oleh dokter manapun. Itu mustahil, kecuali kau berada di peringkat 3 terbaik. Spesialis sistem empedu, mereka Kim Young Gyu dan Lee Seong Yoon. Kau tahu orang yang ke tiga?
Eun Jae : ya, aku tahu.
Dokter : jika itu sederhana, aku akan melakukannya, maaf Eun Jae, ayahku selamat betkat kau. Aku sangat menyesal tidak bisa membantumu.
Eun Jae : tidak, kau sudah banyak membantu.
Dokter : ok, terima kasih sudah mengatakan itu.
Setelah selesai pembicaraan di telpon, Eun Jae kembali memikirkan masalahnya tersebut.

Ayah Jae Geol sedang meneliti hasil pemeriksaan, tiba-tiba dokter Kang datang dan bilang “kenapa kau bekerja begitu awal?”.
Direktur : ayahmu di UGD, apa kau akan senang jika direktur masih di tempat tidur?
Dr. Kang : kenapa kamu membahas itu.
Direktur : apa yang dr. Song lakukan?
Dr. Kang : aku menyuruh dia untuk bersama ayahnya, tapi dia tidak mendengarkannya (direktur langsung melihatnya) dia sudah bekerja sepanjang malam.
Direktur : bagaimana bisa kau menyebut dirimu bosnya?. Bisakah kau mengatur lebih baik?
Direktur sangat marah dengan dr. Kang dan langsung pergi keluar, dr. Kang kager denga sikap direktur yang tak seperti biasanya dan dia pun mengikutinya.

Dalam perjalanan, direktur bertemu dengan Eun Jae dan dia direktur langsung menanyakan kabar ayahnya “dr. Song, bagaimana kabar ayahmu? Aku hendak menjenguknya”
Eun Jae : ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada direktur.
Direktur : sekarang ?
Eun Jae : ya.
Direkur bersedia untuk bicara dengan Eun Jae, dan langsung meminta Eun Jae masuk ke ruangannya. Dr. Kang melihat percakapan mereka, dan dia juga pergi setelah mereka pergi menuju ruangan direktur.

Eun Jae miminta ijin kepada direktur untuk membuka ruang operasi sekarang juag, direktur pun kaget dengan permintaan Eun Jae dan berkata “membuat ruang operasi?” Eun Jae bilang “ya”
Direktur : siapa yang akan melakukan operasi?
Eun Jae : aku yang akan melakukannya.
Direktur : apa maksudmu? Tidak ada dokter yang mengoperasi keluarga meerka sendiri.
Eun jAe : aku tahu, kalau itu ilegal.
Direktur : itu bukan operasi sederhana. Itu perasi untuk mengeluarkan kanker saluran empedu, bukankah kau lebih tahu, betapa sulitnya operasi ini?
Eun Jae : aku tahu.
Direktur : lalu bagaimana, kau bisa dengan rela melakukannya? Jangan berdebat denganku, cari dokter lain saja.
Eun Jae : aku membuat keputusan setelah melakukan penelitian menyeluruh. Kanker sudah parah dan loksai kankernya rumit, terlepas dari pengalama dokter, tingkat keberhasialnnay <30 persen.
Direktur : benar. Dan kau masih bersedia untuk melakukannya sendiri?
Eun Jae : ya.
Direkur : apa alasannya ? aku ingin mendengarkannya.
Eun Jae tidak mengatakan semua alasan nya, di hanya bilang “tidak ada dokter yang bersedia melakukannya, kecuali itu  1 dari 3 yang terbaik, operasi ini akan berhasil.
Dikertur : kesombongan macam apa ini? kau mengatakan kalau kau dokter terbaik?
Eun Jae : tiga dokter terbaik tidak bisa melakukan operasi, karena itu aku akan melakukannya. Aku harus menyelamatkan ayahku.
Direktur : siapa mereka?
Eun Jae : ya.
Direktur : siapa 3 dokter terbaik itu ?
Eun Jae : Kim Young Gyu dari rumah sakiat Sewoon sedang berlibur ke luar negeri, Lee Seong Yoon dari rumah sakit Gyeong Sang di diagnosis mengidap kanker hati dan dia sedang di rawat di rumah sakit, dan...
Direktur : kenapa kau berhenti berbicara ? siapa yang terakhir? (Eun Jae masih terdiam) siapa itu?
Eun Jae : itu profesor Kim Do Hoon dari rumah sakit Daehan Seol.
Direktur : lantas ?
Eun Jae : dia tidak mau melakukan operasi.
Direktur : bagaimana kamu tahu ?
Eun Jae : menurutku kamu juga tahu alasannya.
Direktu : apa maksudmu? Cobalah.
Eun Jae : pak...
Direktur membentaknya : temui dia sekarang juga. Berlutut di depannya jika kau perlu. Berlutut dan memohohn padanya untuk menyelamatkan nyawa ayahmu.
Eun Jae tetap egois : aku tetap tidak bisa pak.
Direktur : kenapa ? apa karena harga dirimu? Apa harga dirimu lebih penting daripada nyawa ayahmu?
Eun Jae tidak menjawabnya dan malah pamit pergi, direktur heran dengan apa yang dipikirka Eun Jae.

Eun Jae bingung harus melakukan apa, dia terus memegang ponselnya seperti ingin menghubungi seseorang tapi siapa, dan dia juga tidak melakukan panggilan satupun.

Di Rumah Sakit Daehan Seol, profesor baru selesai melakukan operasi dan masuk ke ruangannya, profesor melihat dokter lain tidur di kursi, dan membangunkan mereka untuk segera pindah ke ksaurnya masing-masing.
Dokter : apa dokter sudah selesai melakukan operasi?
Professor : kau punya makanan?
Dokter, ya, aku akan mengambilnya (bergegas merapikan diri)
Professor  menghentikannya dan makan yang ada di meja, dokter lain bilang akan amengambilnya, namun profesor menghentikannya dan bilang “aku lebih butuh tidur daripada makanan. Aku akan makan ini dan tidur”

Tiba-tiba dokter lain mendapat telpon, dan mengatakan ini dari penjara Jinju dan mereka punya donor.
Professor : Se Joon ajak Jae Hwan dan bawa organnya, panggil pasien Ahn Se Ho dan siapka operasinya.
Perawat : ya baiklah.
Tiba-tiba profesor mendapat telepon dari seseorang, namun dia bilang ya punya waktu sebentar sebelum operasi.
Profesor : ayah dokter song ?
Sepertinya dia mendapat telepon dari rumah sakit desa, dan mereka memberitahu tentang pasien yang harus di operasi iolehnya dan itu adalah ayah dr. Song, dokter diluar tak sengaja mendengarnya dan kaget saat mendengar kata “ayah dokter song”
Perawat : apa menurutmu telah terjadi masalah?
Dokter lain menhurul dokter Kim karena sudah di tunggu dari tadi dan dia malah asyik ngobrol, mereka pun akhirnya pergi, namun dr. Kim dan perawta tersebut seperti penasaran dengan perbicangan profesor do telpon, dia kaget mendengar kanker saluran empedu. Ternyata yang menelpon itu direktur, dia memberitahu semua permasalahnnya dan akan mengirimka hasil tesnya dengan segera.
Profesor : tidak, kamu tida perlu mengirimkannya.
Direktur : Kim Do Hoon...
Profesor : dia tampaknya tidak khawatir, kenapa kamu melakukan ini untuknya?
Direktur : Tentu saja dia khawatir.
Profesor : jika dia menelponku lebih dulu.
Direktur : dia ingin melakukannya, atpi dia tidak bisa.
Profesor : kenapa begitu?
Direktur : kau tahu alasannya, aku hanya tahu kalau Eun Jae memberitahuku kalau kau dokter satu-satunya yang bisa melakukan operasi sekompleks itu di korea.
Profesor : dia sungguh mengatakan itu?
Direktur : ya dia yang mengatakannya, kau masih akan menolak haisl tesnya?
Professor masih terdiam, karena tidak percaya Eun Jae bisa mengatakan hal seperti itu terhadap dirinya.

Hyun sedang dalam perjalanan, dia masih terlihat bingung, entah apa yang dia pikirkan saat ini.

Young Eun baru keluar dari apartemen-nya, dia membawa semua barang-barangnya denga koper, tiba-tiba ada yang menariik kopernya dan bilang “berikan padaku, ini terlihat berat” dan ternyata itu Hyun, namun Young Eun menarik kembali kopernya.

Young Eun : apa maksudmu?
Hyun : aku sudah biacara dengan dokter Ko, aku akan membuat janji untuk operasimu setelah liburan.
Young Eun : apa maksudmu? Itu berarti kamu akan fokus padaku?
Dengan terpaksa Hyun mengatakan “Ya, tidak ada yang lain lagi”’ Young Eun masih ragu dengan jawaban Hyun dan meyakinkannya lagi “kau akan tinggal disisiku?” Hyun hanya mengangguk tanpa berkata sedikitpun. Young Eun terlihat sangat bahagia dan bilang “Oppa” Hyun meluruskan maksudnya dari jawabannya.
Hyun : tapi bukan sebagai pacarmu, karena itu tidak mungkin (Young Eun kembali bersedih da tak semangat lagi) aku hanya akan tinggal disampingmu sebagai dokter.
Young Eun dengan tegas mengatakan “itu tidka masalah, selama kau disampingku, aku tidak peduli jika kau berada disana seperyi pacarku ataupun dokter”

Jae Geol, Perawat Pyo dan Woon Gwang sedang berjalan disuatu tempat, Woon Gwang heran kenapa banyak orang berkeliaran padahal bukan akhir pekan.
Perwat Pyo : kau pasti sangat terganggu belakang ini, apa mungkin kau ssedang jatuh cinta.
Jae Geol : benarkah ?
Woon Gwang : hei hei hei, jangan ngawur.
Perawat Pyo : lalu kenapa kau tidak tahu ini hari apa? Ini Chuseok.

Mereka menghampiri kapten yang sedang memperbaiki mobilnya denga seorang montir, montir itu bilang tali kipanya turun dan itu harus diganti dengan yang baru.
Kapten : bagaimana jika aku tidak menggantinay?
Montir : mobil bisa mendadak berhenti kapan saja.
Jae Geol : kamu harus mendorong mobil sepanjang perjalanan pulang.
Kapten : aku tahu, untunglah mobilku diperiksa sbelum sesuatu seperti itu terjadi.

Woon Gwang : mungkin merekaakan mengunjungi makam para leluhur.
Perawat Pyo : akhirnya sekarang kau tahu.
Woon Gwang : astaga... orang-orang masih sangat baik. Mereka masih mengunjungi makam untuk menjaga mereka.
Perawat Pyo : ya itu bagus.
Woon Gwang : mereka masih baik hati.

Kembali ke Rumah Sakit Kapal. Saat perawta Pyo sedang merapikan obat-obatan, AH Rim datang dengan wajah cemberutnya.
Perawat Pyo : kenapa kau terlihat sangat kesal pagi ini?
Ah Rim : kupikir Young Eun dan Hyun akan keluar lagi.
Perawat Pyo : apa ? kenapa ?
Ah Rim : apa kau tidak tahu? Entahlan. Aku melihat mereka di tempat parkir, mereka tampak seperti pasangan.
Perawat Pyo juga tampak gelisah setelah mendengarnya, mungkin ida kasihan dengan nasin Eun Jae.

Eun Jae masih terus melakukan penelitian terhadap penyakit ayahnya, dia terlihat sangat kebingungan. Tiba-tiba perawat Pyo masuk, Eun Jae pun bergegas mengelurakan penelitiannya. Perawta Pyo melihatnya sangat kelelahan dan bertanya “apa kau sakit?”
Eun Jae : tidak.
Perawat Pyo : apa ada sesuatu yang mengganggumu.
Eun Jae : aku sedang sakit kepala. Sepertinya aku akan beristirahat sselama satu jam.
Perawat Pyo : dua jam saja, tidak ada pasien sebelum itu.

Eun Jae masuk ke ruang istirahatnya, dan dia pun tertidur pulas karena kelelahan dan rasa sakit kepalanya.

Petugas rumah sakit kapal sedang bersiap untuk menyantap mie, mereka terlihat sangat bahagia, namun Young Eun sibuk dengan lukisannya. Kapten menwarkan Young untuk makan mie bersama. Tapi Young Eun menolaknya karena tidak lapar, dia pun melanjutkan melukis.
Kapten : berkat dia, kita bisa makan lebih banyak, dia sangat perhatian, mari kita makan.

Young mendapat pangilan dari jeong Rim, tiba-tba Jeong Rim mengatakan “apa kau tidak waras?” Young Eun pun kaget mendengarnya karena tiba-tiba dia bilanhg begitu. “kapan kau akan berhenti?” Young Eun langsung menutup speakernya kerana takut ketahuan oeh yang lain.
Young Eun : hmmm. Jeong Rim. Aku akan menelponmu nanti saat aku berada di tempat yang tenang.
Diam-diam Ah Rim memperhatikannya, dan sepertinya Young Eun mulai mengetahui dengan gerak-gerik AH Rim, kemudian dia pergi dari ruang makan.

Young Eun turun dari tangga secara diam-diam, dan melanjukan panggilannya bersama Jeong Rim,  Jeong Rim mengatakan bahwa Hyun menelponnya lagi.
Jeong Rim : kapan kau akan berhenti berbohong kepadanya?

Sambil berjalan dengan begitu pelan, Young Eun mencari ruangan untuk dia bersembunyi menelpon agar tidak ketahuan yang lain. Akhrinya dia masuk ruangan, dan ternyata rauangan itu tempat diaman Eun Jae sedang istirahat, owhhh apa yang akan terjadi ya...
Jeung Rim : jadi Hyun belum tahu?
Young Eun : belum, aku tida bisa membohongi dia selamanya. Tapi aku hanya perlu membuatnya menyukaiku dulu, aku hanya memastikan dia tidak lari dariku, sebelum dia tahu kalau aku tidka mengidap leukemia.
Young Eun mengakhiri panggilannya dan dia diam-diam keluar dari raung tersebut dengan penuh kegelisahan.
Eun Jae tidurnya pulas sekali, dan sepertinya dia tidak mendengar apa yang dikatakan Young Eun barusan. unch semakin gereget dengan ceritanya.