Advertisement
Advertisement
Episode 2 Part 1

All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS 20th Century Boy and Girl Episode 1 Part 2
Di atas gedung sedang diadakan syuting, disana banyak sekali kru dan reporter yang menyaksikan berlasungnya syuting tersebut. Mi Dal dan Kru Sa Jin Jin ada disana, dan mengakui syutingnya sangat menakjubkan. Tiba-tiba Presdir Jang meminta Tissue ke Mi Dal  karena dia ingin pergi ke toilet.
Kemudian Sa Jin Jin datang untuk melakukan Syuting, dia bersalaman dengan pria itu dan menyambut para kru yang sedang bertugas dan memperkenalkan dirinya.

Ji Won sedang makan Siang bersama Li Ka-Shing sambil membahas bisnis mereka, Li Ka-Shing merasa tidak nyaman dengan pertemuannya, dan Ji Won Pun meminta maaf atas sikapnya karena hari ini terlalu agresif.
Li Ka-Shing : tidak, bukan itu. Kudengar kamu akan kembali ke korea?
Ji Won : benar. Aku akan pulang.

Di RS. Wanita Hannuri. Ah Rem sedang bersiap untuk melakukan operasi, dia berdebat dengan dokter pria karena dia kemarin tidur 20jam, dia takut anestesinya tidak berkerja. Dan akhirnya anestesi itu bereaksi. Di sisi lain, dokter yang akan menangani AH Rem ketubannya pecah dan dokter itu pun langsung masuk ke raung bersalin.

Di Firma Hukum Samudra Atlantik, Young Shim di tolak saat melamar pekerjaan, dia terlihat sangat lelah dan kesal dengan hasil yang di dapat hari ini.

Saat YounG Sim sedang menunggu Lip, ada dua orang lewat sedang membicarakan sebuh kasus, tiba-tiba orang itu melihat Young Sim “Hei! Young Sim?”
Young Sim : Hei Ji Young.
Young Sim masih belum percaya bisa bertemu dengan teman sekelasnya dulu, dia pun memperkenalkan kepada rekannya.
“begitu rupanya”
Young Sim : senang bertemu dengan kamu.
Ji Young : sedang apa kamu disini? Apa kamu melakukan wawancara?
Young Sim : Ya
Ji Young : mereka akan menerima banyak orang tahun ini. semoga semuanya lancar untukmu.
YounG Sim terlihat sangat malu bertemu dengan temannya. Apa mungkin dia malu karena belum mendapatkan pekerjaan kali ya.

Orang itu bertanya kepada Sa Jin Jin tentang teman, Sa Jin Jin mengakui bahwa dia memiliki dua teman “kami tumbuh di lingkungan yang sama”
Host : apa kamu punya teman di kalangan selebritass?
Sa Jin Jin : tidak. (Presdir Jang Terlihat sedang sakit perut)
Host : meski tidak akrab, apa kamu sering makan dan ngobrol dengan selebritas lain?
Sa Jin Jin : tidak (sambil tersenyum)
Host : begitukah?
Sa Jin Jin : benar.
Host : ada seseorang yang ingin mengakrabkan diri dengan dirimu, dia mengaku sudah mulai dekat denganmu saat ini, kami sudha menyiapkan panggilan video dan kru kami akan menyiapkannya. Kamu bisa menebak siapa dia?
Sa Jin Jin : tidak.
Host : bagitukah? Ddia tidak bisa menebak siapa orangnya. Mari kita hubungi dia.

Mereka mencoba menghubungi orang tersebut, asisten Ji Won tiba-tiba ada disana, entah apa yang sedang dia lakukan. Dan ternyata orang yang mengaku akrab dengan Sa Jin Jin itu adalah Jeong Da Yeong.
Host : dia bintang baru terpopuler (presdir Jang tersenyum melihatnya, sepertinya ini rencana presdir Jang) bagaimana kalian bisa saling mengenal?
Sa Jin Jin : aku bertemu dengannya seklai saat syuting iklan.
Host : begitukah?
Jeong Da Yeong : Ya, tapi aku merasa kami sudah seperti sahabat. Dia adalah Cassiopeia-ku.
Host : Cassiopeia?
Jeong Da Yeong : ya, dia adalah pemandu ke Polaris di langit. Dia pemandu dalam hidupku.
Host : begitu rupanya, kalian berdua belum saling menyapa.
Mereka pun akhirnya saling menyapa. Jeong Da Yeong ingin meminta nasihat dari SA Jin Jin, dan tiba tiba dia menanyakan soal usia. Sa Jin Jin pun menjawabnya “usiaku 35th” Jeong Da Yeong bertingkah kaget dan bilang “kamu sudah seperti guruku. Kamu tampak muda sekali (kru Sa Jin Jin mulai panik) karena kamu lebih tau dariku dan lebih berpengalaman, kamu akan mendengarkan masalahku bukan?”
Host : apa masalahmu?
Jeong Da Yeong : ada gosip bahwa aku memacari penyanyi idola. Bagaimana aku menghadapi gosip seperti itu? Ada gossip mengenai dirimu dan teo yang belum lama ini bekerja denganmu. Setelah itu kamu putus dengan pria yang pecandu alkohol (pertanyaannya membuat semua awak media dan penonoton kaget dan langsung memokuskan kamera kepada SA Jin Jin) dia meneruskan pertanyaannya.
Jeong Da Yeong: aku hampir luupa. Ada skandal yang melibatkan dirimu dengan seorang politisi, apakah perbedaan usia kalian 27th? (SA Jin Jin masih terlihat tenang dan menghadapi itu denag senyuaman) lalu istri politisi itu menjambak rambutmu di lokasi syuting.
Sa Jin Jin : semua itu ... (di potong Jeong Da Yeong)
Jeong Da Yeong : kamu juga di operasi...
Host : baikalh. Jeong Da Yeong..
Jeong Da Yeong pura-pura minta maaf seolah-olah itu tidak sengaja dan tidak direncanakan. Kru Sa Jin Jin dan sutradara sangat panik karena semua itu diluar dugaan mereka.
Jeong Da Yeong : itu tidak layak tayang ya? Maaf aku kurang berhati-hati karena pendatang baru.
 Sa Jin JI : Jeong Da Yeong. Kamu ingin tahu cara menghadapi gosip.
Jeong Da Yeong : Ya.
Yang lain semakin panik, setelah wawancara selesai Host brifing dengan kru lain, dan mereka akan menangani masalah ini dengan segera.

Presdir Jang memarahi Sa Jin Jin karena berbuat ceroboh dengan perkataannya tadi “kamu bintang seksi dalam film melodrama, apa kamu tidak mengkhawatirkan rerputasimu? Kenapa berkata begitu? Kamu berniat pamer?
Sa Jin Jin : kamu melarangku berpura-pura.
Presdir : sejak kapan kamu mendengrakan aku?
SA Jin Jin : Kamu benar, kenapa aku harus mendengarkan perkataanmu sekarang. Kamu menghubungi Jeong Da Yeong dengan panggilan video.
Presdir : apa? Apa maksudmu? (tiba-tiba sakit pertunya datang lagi)
Sa Jin Jin : lupakan.
Presdir : kamu saja yang melupakannya. Tidak ada yang bisa ditayangkan. Kita harus mengedit semuanya.
Presdir meminta tissue lagi, namun Mi Dal mengatakan bahwa Tissue nya sudah habis, dia pun langsung pergi ke toilet.

Presdir memohon kepada sutradara dan para Kru untuk menghapus video tadi, semua awak media dan penonton masih mengambil gambar Sa Jin Jin dari jauh. Sa Jin Jin terlihat sangat bersalah setelah melihat presdir memohon kepada para kru dan sutradara.

Ah Rem masih belum sadarkan diri setelah operasi, dokter sedang mengecek infusan. Dan akhirnya Ah Rem sadar. Dokter meminta suster untuk menyuruh AH Rem untuk besok “setelah mengeluarkan gas, dia boleh makan bubur setelah minum”
Dokter : operasimu berjalan dengan baik, jadi jangan khawatir.
Ah Rem : terima kasih dokter.

Setelah dokter keluar, dia berkata “ibu siapa dokter itu?”
Ibu : dia dokter bedahmu. Doktermu melahirkan.
Ah Rem : ibu.
Ibu : kenapa? Apa kamu kesakitan?
Ah Rem : aku lapar.

Mi Dal memperhatikan Sa Jin Jin yang sedang melamun, dia mengingat perbincangannya saat di dalam mobil “kenapa modelnya ada 2”
“presdir Jang yang mengurusnya, mungkin dia menawarkan kepada Jeong Da Yeong”
Dia juga ingat saat presdir menanyakan pendapatnya tentang Jeong Da Yeong, saat video call dengan Jeong Da Yeong juga masih terngiang di pikirannya.

Presdir sedang menunggu manajer yang sedang menerima panggilan dari Jin Jin. Dia memberitahu presdir bahwa Jin Jin ingin mengganti tiketnya untuk besok.
“dia ingin tinggal bersama Mi Dal dan menyuruh kita pergi duluan. Jika tidak, dia akan kabur”
Presdir : ganti saja.
“presdir jang. Menurutku ada kesalahpahaman. Mungkin sebaiknay kamu bicara dengannya”
Presdir : bagaimana aku bisa memulangkannya, jika dia tidak mau?

Sa Jin Jin mengajak Mi Dal untuk makan diluar, mereka menikamti jalan-jalan  malam di Hongkong, mereka juga tak lupa untuk berselfi. Mereka juga berbelanja aksesoris. MI dal berbelanja banyak sekali.
Sa Jin Jin : Mi Dal, apa kamu akan membuka toko?
Mi Dal : aku harus membelikan hadiah dan oleh-oleh.
Sa Jin Jin memberikan uang kepada Mi Dal untuk membeli hadiah dan oleh-olehnya. Mi Dal sangat berterima kasih kepada Sa Jin Jin “terima kasih, aku sangat menyayangimu” setelah Itu Mi Dal menyuruh Sa Jin Jin untuk melihat-lihat yang lainnya sediri dulu karena dia akan pergi berbelanja sebentar.