Advertisement
Advertisement
Episode 28 Part 1

All images credit and content copyright: MBC


Jae Geol berjalan di tepi pelabuhan, dia memikirkan kata-kata Eun Jae saat makan malam kemarin. Disana terlihat Hyun sedang bermain basket, Jae Geol memperhatikan Hyun, apalagi saat dia teringat perkataan Eun Jae tentang Hyun.

Kemudian dia ikut bermain basket bersama Hyun. Setelah selesai main basket, mereka duduk bersandar di pinggir jalan. Tiba-tiba Jae Geol bertanya “bagaimana kau bisa melakukannya?” Hyun tidak mengerti maksud perkataan Jae Geol.
Hyun : melakukan apa?
Jae Geol : katakan padaku rahasia untuk memposisikan dirimu.
Hyun : basket (mungkin karena Jae Geol kalah terus saat tadi bermain)
Jae Geol : bukan. Tapi wanita! (Hyun pun tertawa kecil) kau pria sehat berumur 30th.an dan wanita yang kau cintai hanya ingin sebagai rekan kerja. Bagaimana kau bisa begitu tenang tanpa rasa khawatir.
Hyun : siapa bilang aku tenang?
Jae Geol : oh, jadi maksudmu, kau menahannya karena tidak ada yang bisa kau lakukan?
Hyun : aku tidak menahannya. Aku hanya membiarkan semuanya mengalir. Paling tidak, dia tidak sampai merasa tidak nyaman berada di sekitarku.
Jae Geol : bagaimana jika tidak ada perubahan dengannya?
Hyun : tidak masalah. Jika bukan dia orangnya, akan ada jalan yang berbeda. Jika kau membiarkan sesuatu mengalir, waktu yang akan mengajarkanmu tentang segalanya.
Jae Geol : kau terdengar seperti orang tua. (Jae Geol merasa seperti di ceramahi orang tuanya hihi)
Hyun : jangan dipikirkan, waktu yang akan menjawab semuanya. Saat orang dewasa mengatakan ini kepadaku di masa lalu, aku hanya merasa konyol. Tapi sekarang, perkataan mereka itu benar.
Jae Geol : berhentilah untuk berpura-pura menjadi orang dewasa.
Hyun : bukankah kita orang dewasa? Kau dan aku. Kirta berdua sudah berusia 30-an.

Setelah banyak perbincangan, mereka merasa konyol. Mereka pun akhirnya pergi ke kapal karena yang lainnya sudah menunggu mereka. Jae Geol merasa kedekatan mereka terlalu akrab untuk seseorang yang terjebak cinta segitiga di dalamnya. Sepanjang jalan, mereka tak henti mebahas cinta segitiganya dengan dokter Song.

Di radio ada berita tentang polisi menangkap geng yang berusaha menyelundupkan sebuah sabu ke korea, mereka ditemukan dengan senjata api. Berita kedua, ada anak keecil yang di serang di Bussan Cheon untuk menyerang seorang teman. Banyak sekali kejadian aneh yang diberitakan di radio.
Kaptena dengan memperbaiki GPS kapal karena tidak bisa bekerja, Pak Chu datang melihat apa yang di lakukan kapten.
Kapten : menurutmu dunia ini menjadi seperti apa? Mereka anak-anak, bagaimana bisa mereka menyakiti temannya?
Pak Chu : kebanyakan, mereka meniru perbuatan orang dewasa.
Kapten mengatakan bahwa kita sudah makan dan tidur di kapal selama dua hari “apa mereka tidak keberatan?”
Pak Chu : mereka sudah terbiasa sekarang.
Kapten : lalu, bagaimana dengan si dokter gigi? Bagaimana dengan mabuk lautnya?
Pak Chu : bagaimana bisa mabuk lautnya sembuh? Dia hanya harus belajar untuk menghadapinya.
Kapten : apa tim makan malam masih ada?
Mereka semua sibuk beres-beres dan tim makan malamnya tertunda lagi.

Jung Hoon baru selesai mandi, dia melihat temannya yang sedang asyik main game, dia meminta Jung Hoon untuk tidak mengganggunya.

Di dapur Rumah Sakit Kapal. Mereka sedang sibuk memasak untuk makan malam. Di televisi dapur juga ada menampilkan berita tentang polisi yang sedang melakukan penangkapan Geng yang berusaha menyelundupkan sabu ke korea. Namun mereka tak menghiraukan berita tersebut dan asyik menyiapkan makanan untuk makan malam.
Saat makanan sudah siap, semua tim kapal rumah sakit datang ke dapur karena mencium aroma masakan enak. Itu semua traktiran dari Eun Jae.
Perawat Pyo : kenapa begitu banyak, apa kau menjual setengah rumahmu atau apa?
Eun Jae : hanya setengah? Oh iya, aku lupa membeli kue.
AH Rim : kue? Untuk apa kue?
Eun Jae memberitahu yang lain bahwa Pak Yang ulang tahun hari ini, yang lain tidak menyadarinya kalau hari ini ulang tahun Pak Yang. Pak Yang terlihat sangat malu saat itu. Kemudain perawat menyarankan untuk memebli kue ke supermarket dekat deramaga. Tiba-tiba perawat berbaju abu mengatakan “tidak perlu, aku sudah membelinya” dia pun menunjukkan kue ulang tahunnya, yang lain mulai curiga ada sesuatu diantara perawat itu dengan Pak Yang.

Mereka sudah siap untuk makan malam, namun daginya belum matang. Sebelum semuanya di mulai, AH Rim menunjukkan sesuatu untuk semua orang dan dia membagikannya satu persatu. Kapten meminta Eun Jae untuk berdiri mengucapkan sepatah dua patah kata.
Kapten : hari ini, dia menghabiskan banyak uang hasil jerih payahnya untuk membeli daging untuk menyehatkan para staf dan awak kapal. Dokter Song yang kita cintai layak mendapatkan cinta kita dan bersulang. Makan malam mereka sangat meriah.

Sekelompok orang berpakaian serba hitam turun dari perahu karet, mereka langsung berlari menuju sebuah gudang dekat pantai. Di sisi lain, beberapa orang sedang mengambil sabu dari loker dan memasukkannya ke dalam koper. Sepertinya mereka adalah geng penyelundupan sabu yang diberitakan tadi. Orang-orang serba hitam mulai menghabisi orang-orang yang sedang berjaga di luar gudang.

Geng penyelundup sabu dan kelompok berbaju hitam saling berhadapan, dan kemudian mereka saling menyerang. Orang-orang dari geng neyelundupan sabu menembak semua orang dalam keadaan gelap, mereka tidak tahu siapa aja yang kena tembakan.

Pak Yang meniup lilin dan ditemani pasangannya. Mereka mengatakan Bahwa Pak Yang dan pacarnya sangat serasi, mereka terlihat sangat malu. Di sisi lain Hyun dan Jae Geol sedang memeprhatikan Eun Jae, Jae Geol sangat cemburu melihat tatapan Hyun kepada Eun Jae. Yang lain asyik membuli pasangan baru.

Ketua menyuruh anggotanya untuk segera menyalakan lampu, saat lampu nyala, orang-orang sudah bergeletak dann berlumuran darah. Ketua berteriak “dimana boss kita?” yang lain menunjukkan Boss-nya dalam keadaan tertembak. Ketua sangat marah setelah tahu keadaan boss-nya. Yang lain menyarankannya untuk membawa Boss ke rumah sakit.
“apa kau sudah gila? Menurutmu dokter akan menyambut kita, jika melihat kita seperti ini? mereka akan menelpon polisi sebelum mengobati Boss”
“lalu apa? Apa kita akan membiarkannya mati?
“dia tidak bisa mati. Dia tahu sesuatu yang paling berharga”
“lalu bagaimana?”
“tutup mulutmu, aku harus berpikir”

Saat anggotanya akan mengatakan sesuatu, ketua langsung marah “apa kau tidak mendengarkanku? Diamlah.” Ternyata dia mempunyai ide bagus. Ketua mengancamnya kalau dia mengatakan ide bodoh, maka dia akan menembak kepalanya sampai mati.
Anggota tersebut menunjukkan artikel tentang Dr. Song, dia juga mengatakan “dr. Song dari kapal rumah sakit bisa mengoperasi usus buntuh bahkan menyambungkan tangan yang putus, dan sekarang kapalnya sedang berlabuh di dekat sini” ketua pun menyetujui perkataannya.

Petugas kapal baru selesai makan malam dan perayaan ulang tahun Pak Yang. Mereka terlihat sudah kenyang. Hyun bertanya kepada Eun Jae “suda berkemas, kan?”
Eun Jae : kita bertugas besok, lalu aku lanjut bekerja di UGD. Apa kau tidak akan turun?
Hyun : tida, aku punya pekerjaan yang harus dilakukan. (Hyun pun masuk ke ruangannya).

Saat Eun Jae akan memasuki ruangannya, dia teringat perkataan dan pertanyaan Jae Geol “kenapa kau tidak memberitahunya kalau Nona Choi berbohong? Kau harus melakukannya jjika tidak ingin temanmu tertipu. Atau mengacaukan hidupnya karena seorang penyihir, aku tahu kau tidak berniat untuk memberitahunya. Kau tidak ingin melihat dia merasa malu? Tidak. Tapi kau tidak ingin terlihat seperti wanita pecemburu, kau tidka ingin orang yang kau suka, menganggapmu bersikkap buruk”
Eun Jae pun menjawab peranyaan itu “tidak, bukan seperti ittu” Eun Jae berbalik dan ingin memberitahu Hyun, namun saat dia mulai berjalan, Hyun sedang menelpon Rumah Sakit Sewoon.

Hyun menanyakan tentang Young Eun, Hyun menjelaskan detail Young Eun, namun di rumah sakit tersebut tidak ada pasein yang bernama “Young Eun” Hyun terlihat ssangat kaget dengan informasi yang dia dapatkan, Hyun langsung menghubungi Young Eun,  Eun Jae terus memperhatikan Hyun dari kejauhan.